Pasuruan, Jawa Timur
Selasa, 16 Juli 2024

12 Mei Diperingati sebagai Hari Perawat Internasional, Bentuk Apresiasi kepada Seluruh Perawat di Dunia

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

PortalArjuna.Net- Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei. Peringatan tahunan ini turut mengenang Florence Nightingale yang lahir pada 12 Mei 1820.

Dia adalah sosok yang menjadi peletak dasar keperawatan modern. Hari Perawat Internasional dirintis oleh International Council of Nurses (ICN) pada tahun 1974.

Fungsi peringatan ini untuk menyoroti betapa pentingnya peran perawat dalam perawatan kesehatan.
ICN akan memperingatinya setiap tahun dengan melakukan produksi materi promosi dan pendidikan terkait peran perawat, lalu mendistribusikannya. Rabu (12/05/2022)

Sejarah Hari Perawat Internasional

Mengutip dari Britannica, materi tersebut sebagiannya menekankan pekerjaan berdedikasi dan inovatif yang dilakukan perawat seluruh dunia.

Oleh karena itu, perhatian mengenai kesehatan tidak selalu ditujukan demi kesehatan pasien semata, tapi juga memperhatikan kemajuan perawatan kesehatan di tingkat nasional dan internasional.

Berbagai macam tema berbeda-beda dalam setiap peringatannya, berguna dalam meningkatkan kesadaran terhadap isu-isu yang muncul dalam profesi keperawatan itu sendiri.

Banyaknya Isu yang terjadi dalam profesi keperawatan antara lain dampak dari faktor ekonomi, perjuangan berkelanjutan dalam pencapaian gaji yang memadai, hingga hak mendapatkan kondisi kerja yang layak.

Beragam isu yang diangkat sebagai tema tahunan yang didistribusikan melalui kegiatan promosi dan pendidikan.
Siapa Florence Nightingale itu?

Florence Nightingale lahir pada 12 Mei 1820. Beliau menjadi tokoh penting dalam keperawatan selama Perang Krimea yang terjadi di tahun 1850-an.

Florence ditugaskan dan menjadi peran penting sebagai perawat di Rumah Sakit Barak di Scutari. Florence disana menjadi pemimpin sekelompok perawat yang melakukan perawatan pada tentara Inggris. Beliau sempat putus asa lantaran fasilitas tidak memadai.

Akhirnya beliau memaksakan standar perawatan ketat dan memastikan bangsal tetap bersih, serta ditunjang makanan dan persediaan medis.

Misbachul Munir

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Related News

Tulisan Terakhir

Advertorial