Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 2 Mei 2026

Ternyata Perayaan Idul Fitri Punya Sejarah Menarik Loh, Yuk Buruan Kepoin!

PortalArjuna.Net– Setiap tahunnya momentum Hari Raya Idul Fitri tentunya selalu dinantikan oleh semua umat muslim. Banyak tradisi yang dilakukan pada saat Perayaan Idul Fitri ini. Dari saling memaafkan, berbagi hadiah, serta menjalin silaturrahmi kepada tetangga, sanak saudara, dan sesama teman.

Dilansir dari beberapa sumber, dalam sejarah Islam perayaan Idul Fitri pertama kali dirayakan pada tahun 624 M atau pada tahun ke-2 Hijriyah. Waktu perayaan bertepatan dengan selesainya Perang Badar, yang dimenangkan oleh umat Islam. Perayaan Idul Fitri tersebut menjadi suatu keindahan dan keberkahan tersendiri bagi umat muslim pada masa itu.

Pada saat Dinasti Abbasiyah, perayaan Idul Fitri dilakukan sebagai rangkaian kegiatan yang gencar. Biasanya perayaan diadakan selama tiga hari, diakhiri dengan menyantap berbagai makanan halal.

Di Indonesia, tradisi perayaan raya Idul Fitri dikenalkan oleh Sunan Kalijaga. Diketahui Sunan Kalijaga memperkenalkan istilah tradisi Lebaran Ketupat kepada masyarakat suku Jawa.

Lebaran Ketupat inilah yang kemudian menjadi tradisi untuk menghidupkan perayaan Idul Fitri masyarakat Jawa saat itu. Sunan Kalijaga mengajarkan masyarakat Jawa untuk membuat makanan dengan bahan utama nasi yang dibungkus dengan daun kelapa. Saat itu, anyaman daun identik dengan ciri budaya dan seni orang Jawa. Oleh karena itu, tidak sulit bagi orang Jawa saat itu untuk mengikuti apa yang diajarkan Sunan Kalijaga.

Secara filosofis, Lebaran Ketupat memiliki makna yang dalam. Kata ketupat berasal dari bahasa Jawa yakni ‘Kupat’ yang artinya ‘Mengakui Kesalahan’. Hal ini menjadi simbol untuk saling mengakui kesalahan dan saling memaafkan sesama muslim saat perayaan Idul Fitri. Perlu diketahui, bahkan sampai saat ini tradisi Lebaran Ketupat masih banyak dijumpai dibeberapa daerah.
(Puji)

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial