Portalarjuna.Net, Pandaan – Tugas pemadaman kebakaran pada bangunan gedung khususnya gedung Pondok Pesantren di setiap daerah pada dasarnya dibebankan pada Dinas Kebakaran Kabupaten/Kota, namun sebagai bentuk tindakan preventif tidak ada salahnya mengajak para santri untuk mengenal alat pemadam kebakaran sederhana, salah satunya adalah Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Sebagai bentuk antisipasi secara dini dalam upaya mengatasi kebakaran, para pengurus dan santri Pondok Pesantren ALBERR Pandaan, mengadakan simulasi yang dipusatkan di halaman pondok pesantren, Sabtu (11/03/2023). Bekerja sama dengan CV. Dywantara Karyatama Kota Malang , simulasi digelar dalam hal damkar/pemadam api.
Dengan adanya Sosialisasi dan simulasi Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran ini diharapkan seluruh santri dapat mengerti dan mengetahui prosedur dan tindakan yang tepat untuk memadamkan kebakaran sehingga apabila terjadi kebakaran dapat segera diatasi dan dipadamkan.Selain mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk memadamkan kebakaran, seluruh santri dapat mengetahui juga bagaimana cara mencegah terjadinya kebakaran.

Sosialisasi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) ini disampaikan langsung oleh salah satu Tim Marketing dari CV. Dywantara Karyatama Kota Malang, dengan penyampaian informasi mengenai jenis APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan cara penggunaannya yang dimulai pada pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh para asatidz dan sebagian santri Pondok Pesantren ALBERR Pandaan.
Tujuan dari kegiatan tersebut, diantarannya yaitu :
1. Memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait dengan sebab-sebab terjadinya kebakaran,
2. Mengidentifikasi sumber-sumber kebakaran, tanggap darurat dan penangannya,
3. Melaksanakan pemadaman kebakaran dengan menggunakan prinsip pemadaman api,
4. Mengidentifikasi alat pemadam berdasarkan sumber kebakaran,
5. Mampu menggunakan alat-alat pemadam kebakaran khususnya Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Melalui latihan simulasi kebakaran ini, kita berharap bisa memahami satu hal bahwa bencana kadang tak pernah dapat diduga kapan datangnya, dan setiap usaha evakuasi bertujuan untuk menyelamatkan jiwa, sehingga para asatidz dan santri memiliki pengetahuan yang cukup bagaimana harus bertindak untuk tetap tidak panik saat menghadapi bencana.

Kegiatan dilanjutkan dengan Praktek langsung pemadaman sumber api yang dipandu oleh Ahmadi dan Rifqi , teknik serta peralatan keamanan dijelaskan secara rinci karena sudah diatur dalam SOP Pemadam kebakaran. Satu-persatu santri melaksanakan sumulasi tersebut. Menurut Alfarir yang merupakan salah satu peserta mengatakan bahwa sebagian santri ada yang masih takut dalam memadamkan api menggunakan kain basah bahkan ada santri yang melemparkan kain basah itu ke kobaran api waktu simulasi karena saking takutnya.
“Agar santri-santri Pondok Pesantren ALBERR bisa menangani kejadian kebakaran. Misalkan terjadi kejadian secara tiba-tiba, mereka langsung bergegas memadamkannya dan tidak panik,”. Ujar Shohiful Fikri selaku panitia waktu selesai sosialisasi.
“Kami pun melayani PMK Kota Madiya Malang, Kabupaten Malang, Batu. Kalau misalkan PMK itu ambil barang atau ngisi APAR itu mereka ngisinya di swasta Mas. Jadi ngisinya di CV atau PT kayak kami. Mereka ngisi di kami terus dijual lagi keluar,” ujar Ahmadi selaku Narasumber waktu selesai simulasi di Halaman Pondok Pesantren. (Maj)










