Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 22 Februari 2024

Serunya Transaksi Jual Beli Udang di Pasar Lawang: Ibu Pedagang Berbagi Kesenangan dengan Pelanggan

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Portalarjuna.net, Lawang, 23 Januari 2024 – Suasana ceria dan ramai terlihat di salah satu lapak pedagang udang di Pasar Lawang, ketika Ibu Siti Rohmah, pedagang udang berpengalaman, tengah bertransaksi dengan pelanggannya. Transaksi ini tidak hanya tentang jual beli, tetapi juga menggambarkan keakraban dan keramahan dalam dunia pasar tradisional.

Dengan senyuman hangat, Ibu Siti menyambut pelanggannya yang datang mencari udang segar. “Selamat pagi, Bu Sri! Ada yang spesifik yang Anda cari hari ini?” tanya Ibu Siti sambil mengatur udang-udang segar di atas meja dagangannya.
Bu Sri, seorang pelanggan setia, tersenyum balik dan menjawab, “Saya ingin udang yang segar dan ukuran sedang. Anak-anak di rumah suka sekali dengan masakan udang.” Ibu Siti kemudian dengan cekatan memilihkan udang sesuai keinginan Bu Sri dari stok yang tersedia.

Proses transaksi berlangsung dengan penuh keceriaan. Ibu Siti memberikan informasi tentang harga dan memberikan saran resep masakan udang yang mungkin menarik bagi keluarga Bu Sri. Mereka berdua tertawa dan berbagi cerita sambil menyelesaikan pembelian.

Setelah transaksi selesai, Bu Sri mengucapkan terima kasih kepada Ibu Siti. “Terima kasih, Bu Siti. Selalu senang berbelanja di sini. Udangnya selalu segar dan pelayanannya ramah sekali.”

Ibu Siti Rohmah berbagi kesan tentang pekerjaannya. “Saya selalu senang berinteraksi dengan pelanggan. Transaksi bukan hanya sekadar jual beli, tetapi juga membangun hubungan yang baik. Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk pelanggan saya.”

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Lawang, Bapak Ahmad Sudarmo, menekankan pentingnya hubungan personal antara pedagang dan pelanggan di pasar tradisional. “Ketika pedagang dan pelanggan saling mengenal, suasana pasar menjadi lebih hangat dan bersahabat. Ini adalah daya tarik pasar tradisional yang tidak bisa diukur dengan angka.”

Dengan transaksi yang penuh keceriaan, pasar Lawang tidak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga tempat di mana hubungan sosial tumbuh dan kebersamaan dihargai. Ibu Siti Rohmah dan pelanggannya menjadi contoh bagaimana transaksi sederhana di pasar dapat membentuk komunitas yang kuat dan harmonis.

Author : Arif Rohmadoni

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial