Portalarjuna.net, Pasuruan – Berkolaborasi dengan Universitas Yudharta Pasuruan, BGSKIN menghadirkan mesin pengolahan limbah plastik pertama di Jawa Timur yang dirilis melalui seremoni groundbreaking yang diselenggarakan di Hall Meet Gedung Bhineka Tunggal Ika, Universitas Yudharta Pasuruan. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Kholid Murtadlo, SE, ME, dan Vonny Afiah selaku owner BGSKIN (4/11/24).
Kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam upaya kedua belah pihak untuk mendukung lingkungan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi pirolisis. Mesin yang dihadirkan di Universitas Yudharta ini akan menjadi sarana penelitian dan belajar tentang pengolahan limbah plastik, bagi mahasiswa. Selain itu juga untuk mendukung berlangsungnya program BGSKIN GO GREEN yang diusung oleh PT Sena Kosmetika Indonesia bentuk tanggung jawab untuk turut mengurangi timbunan limbah plastik dari kemasan skincare.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. Kholid Murtadlo, SE, ME, menekankan pentingnya keberlanjutan proyek ini bagi kampus dan masyarakat luas. “Program ini kami harapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan kampus hijau yang berkelanjutan. Selain itu, proyek ini memberi kesempatan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Yudharta untuk terlibat langsung dalam penelitian dan pengembangan teknologi pirolisis. Dengan begitu, kami yakin akan terjadi peningkatan kemampuan dan pengalaman praktis di bidang teknologi ramah lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Kholid juga menyoroti manfaat program ini dalam membuka peluang lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar. “Dengan adanya pengembangan teknologi pirolisis ini, kami optimis dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor ekonomi hijau. Ini adalah upaya kita bersama untuk menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar kampus,” tambahnya.
Ibu Vonny Afiyah juga menyampaikan harapannya melalui program ini. Menurutnya, program BGSKIN GO GREEN bukan sekadar program pengelolaan limbah, tetapi juga sebuah langkah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat yang terlibat langsung dalam proses ini,” ungkapnya.

Acara groundbreaking dan penandatanganan MoU dan MoA ini menandai awal dari kemitraan strategis antara dunia akademik dan industri dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, Universitas Yudharta Pasuruan dan PT Sena Kosmetika Indonesia berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendorong praktik keberlanjutan yang bermanfaat bagi semua pihak. Program BGSKIN GO GREEN diharapkan mampu memberikan dampak signifikan, baik dalam hal pengurangan limbah, peningkatan kesadaran lingkungan, maupun penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Author: Kontributor










