Portalarjuna.net, Pasuruan – PT Tirta Investama (Aqua) Pandaan, bersama mitra strategisnya, CV Eksis Mandiri Nusantara, Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan (UNU Pasuruan), dan Universitas Yudharta Pasuruan (UYP), mempelopori program pemberdayaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bumi Lestari Mulyorejo berbasis keanekaragaman hayati (kehati). Program ini mengintegrasikan konsep Tiga E: Ekologi, Ekosistem, dan Ekonomi, untuk memastikan pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mulyono Wibisono, Stakeholder Relation and Social Responsibility (SR/CSR) Coordinator PT Tirta Investama Pandaan, menegaskan pentingnya keseimbangan antara ekologi dan ekonomi dalam pengelolaan sumber daya alam. “Pendekatan Tiga E menjadi landasan program ini. Kami tidak hanya berfokus pada pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati, tetapi juga memastikan bahwa masyarakat memiliki manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari upaya tersebut,” jelas Mulyono, Senin (15/11/2024).
Ekologi dan Ekosistem untuk Keberlanjutan
Program ini diawali dengan penelitian dan pendataan keanekaragaman hayati di kawasan Desa Mulyorejo. LMDH Bumi Lestari bersama tim CV Eksis Mandiri Nusantara bekerja mengidentifikasi spesies endemik yang perlu dilestarikan dan memperbaiki ekosistem hutan yang terdampak aktivitas manusia.
“Kami fokus pada pemulihan habitat dan konservasi spesies lokal, karena ekosistem yang sehat adalah kunci keberlanjutan,” ujar Amang FR, Manajer Program Kehati CV Eksis Mandiri Nusantara. Amang menambahkan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi memberikan landasan ilmiah dalam menyusun strategi pelestarian. “Pendekatan berbasis data membantu kami menetapkan langkah-langkah yang efektif, dari rehabilitasi ekosistem hingga peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam,” tambahnya.
Ekonomi Berbasis Kehati untuk Pemberdayaan
Selain pelestarian ekologi dan ekosistem, aspek ekonomi menjadi perhatian utama. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diberdayakan untuk mengembangkan produk berbasis kehati seperti potensi tanaman kopi yang dijadiukan sebagai inovasi kopi Kesehatan / kopi bagas, serta daun kopi diinovasi menjadi minuman teh daun kopi nusantra (The Dakon) serta pemanfaatan potensi tanaman hutan tegakan mahoni (Swietenia macrophylla) dan kecubung gunung (Brugmansia Suaveolens) sebgai pestisida nabati (PESNAKO) untuk mengatasi hama penggerek buah kopi (PBKo) / Hypothenemus hampei. “Keanekaragaman hayati memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan benar. Kami membantu masyarakat melihat potensi ini sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan,” terang Mulyono.
Sinergi Lintas Sektor untuk Dampak Nyata
Program ini disambut antusias oleh Ketua LMDH Bumi Lestari Mulyorejo yang mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang memberikan peluang baru bagi desa untuk tumbuh menjadi contoh pengelolaan hutan berbasis Tiga E. “Dengan pendekatan ini, kami yakin mampu mengelola hutan secara berkelanjutan, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat,” Ujar Kasiman.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis keanekaragaman hayati yang holistik. PT Tirta Investama, CV Eksis Mandiri Nusantara, UNU Pasuruan, dan UYP berkomitmen untuk terus mendampingi LMDH Bumi Lestari, memastikan program Tiga E memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi lingkungan dan masyarakat.








