Portalarjuna.net, Pasuruan – Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, menjadi saksi digelarnya upacara adat Pegenepan oleh masyarakat Suku Tengger Brang Kulon pada Senin, 30 Desember 2024. Upacara ini diselenggarakan di rumah salah satu tokoh adat, Romo Dukun Puja Pramana, sebagai bagian dari tradisi untuk menyambut Wulan Kapitu (bulan ketujuh) dalam kalender Tengger.
Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 15.00 WIB, diawali dengan persiapan sesaji yang dilakukan oleh Pak Legen dan Pak Sanggar. Setelah sesaji siap, Romo Dukun Puja Pramana memimpin upacara dengan membacakan mantra-mantra adat. Sebagai bagian dari ritual, Romo Puja juga membagikan air suci atau boreh kepada warga yang hadir. Suasana rumah Romo Dukun pun menjadi ramai setelah upacara, dengan para warga berkumpul untuk meramaikan acara dan menikmati jamuan makanan yang disediakan bagi para tamu.
Romo Puja Pramana menjelaskan makna dari upacara ini. “Upacara Pegenepan ini adalah awal untuk memperingati Wulan Kapitu. Setelah ini, saya sebagai Dukun Pandhita dan beberapa tokoh adat lainnya akan menjalani puasa mutih selama satu bulan. Puasa mutih ini berarti berpantang dari makanan yang memiliki rasa, hanya makan makanan hambar saja, dan juga pantang minum selama satu bulan,” tuturnya.
Salah satu pengunjung, Fahrizal, seorang mahasiswa KKN, turut mengungkapkan kesannya setelah menghadiri acara tersebut. “Saya pertama kali melihat upacara ini, rasanya mistis banget. Sebelumnya, saya belum pernah melihat dan merasakan upacara seperti ini,” ujarnya dengan antusias.
Upacara Pegenepan menjadi salah satu warisan budaya yang terus dipertahankan oleh masyarakat Suku Tengger, menunjukkan kekayaan tradisi yang sarat makna spiritual dan kebersamaan.
Author: M Iqbal Sya’bani










