Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 4 Mei 2026

Satpol PP Gagalkan Upaya Droping Pengemis di Kota Malang

Portalarjuna.net, Pasuruan – Dua truk yang diduga membawa puluhan pengemis dari luar daerah berhasil dicegah oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang. Truk tersebut diduga hendak menurunkan para pengemis di wilayah Kota Malang.

Kasatpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi secara tidak sengaja pada 13 Desember 2024. Saat itu, dirinya tengah dalam perjalanan pulang usai melakukan pemantauan pos penjagaan.

“Kejadiannya sekitar pukul 24.00 WIB. Saya melintas di Simpang Empat Rajabali menuju Stadion Gajayana, dan saat berada di Jalan Semeru, tepatnya di Monumen TGP, saya melihat dua truk yang mencurigakan,” ujar Heru, dikutip dari detik.com.

Heru mengatakan, kedua truk tersebut terlihat berhenti di Jalan Tangkuban Perahu, sebuah jalur satu arah. Ia melihat beberapa orang turun dari bak truk yang bagian atasnya tertutup rapat.

“Saya dekati dan bertanya ada apa ini dan dari mana mereka berasal, tapi tidak ada jawaban. Setelah saya minta bak truk dibuka, ternyata ada sekitar 20-25 orang di dalamnya, termasuk anak-anak, perempuan, dan laki-laki,” ungkap Heru.

Langkah Cepat dan Dugaan TPPO
Heru langsung bertanya kepada sopir truk, yang mengaku berasal dari Pasuruan. Karena situasi saat itu tidak memungkinkan untuk tindakan lebih lanjut, Heru memerintahkan sopir truk untuk segera kembali ke daerah asal mereka.

“Saya peringatkan mereka agar tidak menurunkan orang di Kota Malang. Saya juga ingatkan bahwa membawa orang dalam jumlah banyak seperti ini bisa dianggap tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” jelasnya.

Untuk memastikan kedua truk tidak menurunkan penumpang di Kota Malang, Heru memutuskan membuntuti kendaraan tersebut hingga Jalan MT Haryono, di mana truk tersebut terlihat melanjutkan perjalanan ke arah Kota Batu.

Tindakan Lanjutan dan Pengawasan Intensif
Heru menduga orang-orang yang berada di truk adalah pengemis atau gelandangan, mengingat wajah-wajah mereka tampak familiar. Meski sopir mengaku berasal dari Pasuruan, Heru mencatat bahwa truk tersebut menggunakan pelat nomor kendaraan berinisial B.

Atas temuan ini, Satpol PP Kota Malang membentuk Tim Urai Trantibum, yang bertugas mengawasi keberadaan pengemis dan gelandangan di wilayah kota.

“Tim ini sudah mulai bekerja dan baru-baru ini menjaring 16 pengemis dan gelandangan. Mereka kemudian kami kirim ke Kampung Topeng bersama Dinas Sosial,” ujar Heru, dikutip dari detik.com.

Heru menambahkan, pembentukan tim ini bertujuan untuk menjaga ketertiban dan kondusivitas Kota Malang. “Banyak yang mencoba mencari rezeki dengan cara seperti ini. Maka kami perlu mengambil langkah strategis untuk menjaga ketertiban umum,” tandasnya.

Author:M.Panji Gemilang

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial