Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 3 Mei 2026

Warga Depok Protes Asap Incinerator, Mengeluh Sesak Napas dan Iritasi Mata

Portalarjuna.net, Pasuruan – Dilansir dari detik.com sejumlah warga terutama ibu-ibu rumah tangga, menggelar demonstrasi di depan lokasi insinerator. Pengoperasian mesin insinerator di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Jalan Merdeka, Sukmajaya, Kota Depok, menuai protes dari warga sekitar (23/12/2024).

Mereka mengeluhkan asap yang ditimbulkan dari insinerator yang berdampak buruk pada kesehatan.  Mereka membawa peralatan dapur sebagai simbol protes, dan membentangkan spanduk bertuliskan “Udara Bersih Hak Kami – Warga Tolak Incinerator di Lingkungan Padat di lokasi demo tersebut.”

“Anak kita main di taman apa yang dihirup?” teriak warga saat berdemo, Senin (23/12).

“Asap sampah,” jawab massa aksi.

“Kita setiap lari pagi bukannya hirup udara segar malah asap sampah,” timpal warga.

Warga mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, seperti sesak napas, mata perih, dan batuk kronis.  “Dampak pada saat mesin ini dioperasionalkan benar-benar bagi kami sebagai warga secara kesehatan,     sangat-sangat terganggu karena masalah asapnya ini masuk ke rumah kami. Sesak napas kami,” ungkap Andri.

“Aksi ini karena kami merasa terdampak akan adanya mesin ini karena asapnya dan limbahnya sangat-sangat mengganggu lingkungan kami,” kata Andri kepada wartawan.

Mereka juga memprotes kurangnya sosialisasi dari pemerintah sebelum insinerator dioperasikan.  “Dan juga adanya mesin ini tanpa diketahui kami sebagai warga yang terdekat tanpa ada sosialisasi dan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Mesin ini hanya tiba-tiba sudah dibangun,” jelas Andri.

Menanggapi protes warga, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, Abdul Rahman, mengakui bahwa setiap kebijakan pasti memiliki dampak.  “Dengan kegiatan hari ini bahwa ada warga masyarakat yang mengatasnamakan forum pemuda pejuang penolak insinerator yang memang itu menjadi kebijakan Kota-Kota Depok dalam rangka pengelolaan sampah yang sudah terpasang di TPS Merdeka,” kata Abdul

Abdul menambahkan bahwa DLHK akan mengukur dampak dari insinerator dan melakukan uji kesehatan warga serta kualitas udara di lokasi.  Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa insinerator akan tetap beroperasi sambil dievaluasi.  “Iya (ada uji kesehatan warga) dan kita uji kualitas udara, jadi sebelum itu kita sudah uji udara juga di situ. Ya memang apapun yang kita ambil tentu, makanya saya mengambil sikap bahwa penggunaan insinerator ini akan terus kita jalankan sambil kita evaluasi efektivitasnya sejauh mana,”

“Jadi nanti kita ukur dampaknya seperti apa. Kemudian kalau mereka masih melakukan informasi-informasi atau kegiatan-kegiatan yang prinsipnya menolak karena tugas kami sekali lagi adalah bagaimana sampah di Kota Depok ini terkelola,” ucap abdul.

Protes warga ini menunjukkan perlunya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam setiap pengambilan kebijakan yang berdampak langsung pada kesehatan dan lingkungan.  Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan perlunya solusi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif dan berwawasan lingkungan, bukan hanya berfokus pada penyelesaian sementara yang berpotensi menimbulkan masalah baru.

Author :Vivin Indri Amelia

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial