Portalarjuna.net,– Bukalapak, platform e-commerce besar di Indonesia, mengumumkan penghentian penjualan produk fisik di platformnya mulai 7 Januari 2025. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk lebih fokus pada produk digital, seperti pulsa, token listrik, dan voucher streaming.
Menurut Corporate Secretary Bukalapak, Cut Fika Luthi, kontribusi penjualan produk fisik hanya sekitar 3% dari total pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan memutuskan untuk menghentikan layanan ini demi mencapai efisiensi biaya operasional dan memperkuat posisi keuangan, termasuk mengejar EBITDA positif.
Bukalapak juga menghadapi persaingan sengit dari platform e-commerce lain seperti Shopee dan Tokopedia, yang memengaruhi penjualan produk fisik mereka. Dengan berfokus pada produk digital, Bukalapak berharap dapat meningkatkan daya saingnya di pasar yang semakin berkembang.
Bukalapak menegaskan bahwa penghentian layanan ini tidak akan merugikan pelapak atau pengguna. Pelapak masih bisa menjual produk fisik yang ada hingga 9 Februari 2025, pukul 23:59 WIB. Setelah tanggal tersebut, fitur untuk menambahkan produk baru akan dihentikan, sementara transaksi produk fisik akan diberhentikan sepenuhnya. Pengguna masih bisa membeli produk digital tanpa gangguan.
Keputusan ini menimbulkan berbagai reaksi di kalangan pengguna. Beberapa merasa kecewa dan terkejut, sementara yang lain memahami langkah strategis perusahaan untuk beradaptasi dengan kondisi pasar. Meski begitu, banyak yang berharap Bukalapak tetap dapat memberikan layanan terbaik di sektor produk digital.
Dengan fokus baru pada produk digital, Bukalapak berusaha untuk memperkuat posisinya di pasar e-commerce Indonesia dan terus memenuhi kebutuhan konsumen di era digital.
(Sumber : tiktok @idx channel)
Author : Chovivatul Ismi










