Portalarjuna.net, Dringu – Mahasiswa dan dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Veteran Jatim) kembali melaksanakan kegiatan “UPN Mengabdi”.
Kali ini dengan memasang tempat sampah interaktif berbentuk ikan di pintu masuk penambatan perahu, di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Kegiatan ini melanjutkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sebelumnya dilaksanakan di Desa Pabean, Dringu.
Pemasangan tempat sampah interaktif berbentuk ikan itu dilakukan di pintu masuk penambatan perahu, pada 18 Oktober 2024 lalu.
Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dan pengunjung tentang pentingnya pengelolaan sampah. Khususnya sampah plastik, dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir.
Demi melindungi struktur dari ancaman rob air pasang, 6 Desember 2024 lalu masyarakat sekitar berinisiatif membangun pedestal dari batu bata yang diperkuat dengan cor semen, menambah ketinggian agar tempat sampah tetap aman meskipun air laut sedang pasang.
Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi aktif antara masyarakat dan pihak kampus dalam menjaga keberlanjutan fasilitas yang telah disediakan.
“Miniatur ikan ini dwi fungsi. Selain sebagai penambah keindahan di lokasi pantai Tonggu, Desa Pabean, ini juga menjadi sarana tempat sampah. Juga memotivasi para pengunjung yang ada di sini agar sampah-sampah terutama sampah plastik itu nantinya tidak dibuang di sembarangan tempat,” ujar Supardi, Sekdes Pabean, Dringu.
Selain pemasangan tempat sampah, program “UPN Mengabdi” ini juga melibatkan sosialisasi dan pelatihan mengenai pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Program ini menyasar masyarakat setempat, terutama ibu-ibu PKK.
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diajarkan cara mendaur ulang sampah plastik menjadi elemen dekoratif yang digunakan untuk menghias tempat sampah interaktif, memberikan nilai estetika sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan sampah.
Keberhasilan kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat Desa Pabean.
Keterlibatan aktif mereka, mulai dari membangun pedestal hingga menjaga tempat sampah, menunjukkan kesadaran lingkungan yang semakin meningkat.
Dengan terselenggaranya program ini, Desa Pabean diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Hal ini juga membuka peluang untuk meningkatkan kesadaran wisatawan dalam menjaga kebersihan lingkungan pesisir, sekaligus mendukung pembangunan destinasi wisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
author : istiqna salsabila










