Portalarjuna.net, Batu – Sebuah kecelakaan tragis melibatkan bus yang mengangkut rombongan 39 siswa SMK asal Pulau Dewata Bali, tiga guru, dan empat kru bus terjadi di Kota Batu, Jawa Timur, Empat tewas dalam kecelakaan maut di Kota Batu Jawa Timur pada rabu (8/1/2025) . Insiden tersebut bermula ketika bus yang sedang melaju dari arah timur mengalami kegagalan sistem rem, mengakibatkan kecelakaan beruntun di beberapa titik.
Peristiwa ini dimulai di persimpangan Jalan Sultan Agung, saat bus yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya setelah rem yang tidak berfungsi dengan baik. Bus yang diduga mengalami masalah teknis tersebut kemudian bergerak tanpa kendali menuju lokasi kedua, tepat di depan Batu Town Square (Batos). Di sini, bus menabrak sejumlah kendaraan dan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian jalan.
Tak berhenti di situ, bus melanjutkan perjalanannya menuju lokasi ketiga, yaitu di Ir. Pattimura, di mana akhirnya bus berhenti setelah menabrak pagar pembatas jalan. Siswa-siswa, guru, dan kru yang berada di dalam bus tersebut mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.
“Sebanyak 39 siswa, tiga guru, dan empat kru bus yang terlibat dalam kecelakaan ini telah mendapatkan perawatan medis. Kami segera melakukan evakuasi korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan ini,” kata Kapolres Batu, AKBP Arif Wahyudi, dalam keterangannya.(8/1/2025).
Dilansir dari jateng.tribunnews.com
Polisi juga mengungkapkan bahwa bus tersebut mengalami rem blong saat melintasi daerah menurun di Jalan Sultan Agung, yang membuat sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan. Kejadian ini masih dalam penyelidikan, sementara para korban yang luka-luka dilaporkan dalam kondisi stabil meski ada beberapa yang mengalami luka serius.
Kecelakaan ini menyisakan duka bagi keluarga para siswa dan guru yang terlibat dalam rombongan tersebut. Rombongan yang tengah melakukan kunjungan pendidikan ini berangkat dari Bali dan berencana untuk mengunjungi sejumlah tempat wisata di Jawa Timur.
Pihak sekolah dan keluarga berharap para korban dapat segera pulih, sementara pihak berwajib berjanji akan melakukan investigasi lebih mendalam untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Author: Muhammad Misbahurrozaq










