PortalArjuna.net, Pasuruan, 06 Januari 2025 – Lomba Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat Provinsi Jawa Timur di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, menghadirkan suasana kompetisi yang penuh semangat. Peserta dari berbagai pesantren berlomba menunjukkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning, dengan dua kategori utama yang dipertandingkan, yaitu Fathul Muin dan Fathul Qorib.
Kedua kitab tersebut merupakan literatur klasik penting dalam tradisi pesantren. Fathul Muin, karya Syekh Zainuddin Al-Malibari, menjadi salah satu kitab rujukan dalam fikih tingkat lanjutan, sedangkan Fathul Qorib, karya Syekh Abu Syuja’, digunakan untuk mempelajari dasar-dasar fikih.
Pembukaan Acara
Acara dibuka dengan resmi oleh master of ceremony yang dalam rangkaianya terdapat pembukaan dan sambutan-sambutan. Ketua Panitia Ustadz Durrotun Nasikhin, M.Pd menjelaskan bahwa pembagian kategori berdasarkan tingkat kitab bertujuan memberikan kesempatan bagi semua santri, baik yang berada di tingkat dasar maupun tingkat lanjutan. “Kategori Fathul Qorib diperuntukkan bagi santri pemula, sedangkan Fathul Muin menantang santri dengan tingkat pemahaman fikih yang lebih kompleks,” jelasnya.
Sorotan Kompetisi
Dalam babak awal, para peserta diuji kemampuan membaca teks kitab kuning secara fasih, disertai penjelasan arti dan konteksnya. Kompetisi menjadi semakin menantang ketika peserta diminta menjawab pertanyaan terkait penerapan hukum fikih berdasarkan kitab yang dipelajari.
Salah satu peserta dari kategori Fathul Qorib, Nikmatul Azizah dari Asrama B, mengungkapkan kebanggaannya bisa ikut serta. “Ini pengalaman berharga untuk mengasah kemampuan saya membaca dan memahami kitab kuning,” katanya.
Di kategori Fathul Muin M. Imam Sanusi, dari PP Zainul Hasan nggenggong, tampil mengesankan dengan penjelasan mendalam tentang hukum fikih yang ia sampaikan.
Final dan Pengumuman Pemenang
Babak final akan mempertemukan empat peserta terbaik dari masing-masing kategori Fathul Qorib dan Fathul Muin. Penilaian dewan juri mencakup kelancaran membaca, pemahaman teks, serta kemampuan menjelaskan isi kitab dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Pemenang dari masing-masing kategori akan diumumkan pada malam penutupan.
Lomba ini diharapkan mampu melahirkan generasi santri yang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan modern.
Author: Abel Setyo








