PortalArjuna.net, Pasuruan. – Perubahan musim dan tingginya mobilitas ternak menjadi faktor utama penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan. Meskipun demikian, tingkat kesembuhan hewan ternak yang terinfeksi PMK menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.
“Sebanyak 103 dari 171 hewan ternak yang terpapar PMK telah sembuh. Sementara 16 di antaranya mati dan sisanya masih dalam perawatan,” kata Panti Absari, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Kamis (09/01/2025).
Pemerintah terus memperkuat langkah pencegahan dengan pengawasan ketat terhadap mobilitas ternak dan pemeriksaan kesehatan di berbagai lokasi, termasuk pasar hewan. “Pengawasan terhadap mobilitas ternak dan kondisi kesehatan hewan akan terus dilakukan untuk mencegah munculnya klaster baru PMK,” tegas Panti.
Disinfeksi di pasar hewan dan pemberian edukasi kepada peternak mengenai kebersihan kandang serta vaksinasi terus dilakukan untuk mengurangi risiko penularan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap dengan upaya ini, wabah PMK dapat segera terkendali.
Masyarakat, terutama peternak, dihimbau untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan ternak dan melaporkan gejala PMK pada hewan mereka. Diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat membantu menekan penyebaran PMK serta melindungi populasi ternak di Kabupaten Pasuruan.
Author : Nur Lailatul Hasanah










