Kamis, 19 Desember 2024 | 22:01 WIB
Portalarjuna.net, Mayangan – Dua orang pemuda yang nongkrong di posko ronda di Jalan Asahan, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, nyaris celaka. Rabu (18/12) malam, sebatang pohon mangga tak jauh dari tempat mereka nongkrong mendadak tumbang.
Asmad, 47, warga sekitar mengatakan, pohon ini sudah doyong sejak Senin (16/12). Diduga sudah lapuk termakan usia.
“Sekarang musim hujan, jadi tanahnya juga gembur, sehingga tak mampu menahan pohon tersebut,” ujarnya.
Akhirnya, Rabu (18/12) sekitar pukul 22.00, pohon itu benar-benar tumbang ke arah utara. Beruntung setengah dari pohon tertahan kabel wifi, sehingga tak sampai menimpa rumah warga.
“Meski demikian, setengahnya lagi melintang ke jalan. Menutup akses, menimpa posko ronda, bedak es, dan sejumlah usaha bunga milik warga,” kata Asmad.
Kamis (19/12) siang, batang pohon masih berada di jalan. Membuat jalur hanya cukup dilintasi motor. Kendaraan roda tiga atau empat, belum bisa. Tampak juga setengah bagian posko hancur tertimpa.
“Kami harap ada bantuan untuk memperbaiki posko ronda itu. Posko itu biasanya digunakan warga untuk menjaga lingkungan agar tetap aman,” ujar Asmad.
Sementara itu, Iksan, 18, mengaku beruntung malam itu tidak terus nongkrong di posko ronda. Awalnya, ia bersama seorang rekannya nongkrong di sana. Mendengar suara krek krek krek seperti kayu patah, mereka memutuskan pindah menjauhi pohon mangga yang doyong.
“Untung sudah pindah duluan. Kalau tidak pindah, mungkin kami sudah tertimpa pohon tersebut,” katanya.
Sementara, Febi, pemilik bedak es dan usaha bunga yang terdampak, mengaku merugi hingga sekitar Rp 3 juta.
“Gerobak esnya saja sekitar Rp 1 juta, belum bunga-bunga yang hancur ini. Sementara, saya tak berdagang akibat kejadian pohon tumbang ini,” ujarnya.
Melihat besarnya pohon yang tumbang, masyarakat melaporkan ke call center 112 untuk dievakuasi. Proses evakuasi dibantu Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Probolinggo.
Malam itu juga mereka meluncur ke lokasi kejadian.
“Proses evakuasi kami lakukan sekitar 25 menit hingga pukul 22.47. Pemotongan berjalan lumayan lama karena robohnya mengenai kabel wifi, sehingga harus dilakukan dengan hati-hati,” ujar Humas Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Nanang Effendy.
Rabu (18/12) malam, hanya disingkirkan ke tepi jalan, belum diangkut. Pengangkutan dikoordinasikan dengan warga sekitar ataupun dinas terkait.
“Sebab, kemarin (18/12), katanya kayunya hendak dijual. Nanti kami koordinasikan lagi,” ujar Komandan Regu 3 Damkar Satpol PP Kota Probolinggo Sukirno, Kamis (19/12) siang.
author : istiqna salsabila










