Portalarjuna.net, Pasuruan – Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) telah menghitung posisi hilal untuk menentukan awal Muharram 1447 H. Perhitungan ini mereka lakukan pada hari Rabu Pon, 29 Dzulhijjah 1446 H atau 25 Juni 2025 M. Lokasi pengamatan berada di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.
Metode yang digunakan adalah hisab jama’i atau tahqiqy tadqiky ashri, yaitu sistem ilmu falak kontemporer khas Nahdlatul Ulama.
Hasil Perhitungan Tinggi Hilal
Hasil perhitungan menunjukkan bahwa hilal masih berada di bawah ufuk. Tingginya hanya mencapai -1 derajat 42 menit 33 detik. Ijtimak (konjungsi) terjadi pada pukul 17.43 WIB.
Kota Jayapura, Papua, mencatat ketinggian hilal terendah yaitu -3 derajat 50 menit. Sementara itu, Lhoknga, Aceh, menjadi daerah dengan hilal tertinggi, namun tetap negatif, yaitu -0 derajat 12 menit.
Hilal Belum Memenuhi Kriteria Rukyat
LF PBNU menyimpulkan bahwa hilal belum memenuhi kriteria imkanur rukyah, karena tinggi hilalnya belum mencapai 3 derajat dan elongasinya masih di bawah 6,4 derajat. Artinya, hilal belum bisa dilihat dan awal bulan Muharram belum dapat ditetapkan.
Data Pendukung dari BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data yang mendukung temuan LF PBNU. Menurut BMKG, konjungsi bulan terjadi pada hari Rabu, 25 Juni 2025, pukul:
17.31 WIB
18.31 WITA
19.31 WIT
Waktu matahari terbenam di Indonesia pada hari itu berbeda-beda. Di Merauke, Papua, matahari terbenam paling awal pada 17.29.58 WIT. Di Sabang, Aceh, matahari terbenam paling akhir pada 18.55.19 WIB.
BMKG mencatat bahwa pada 25 Juni, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berkisar antara -3,43 derajat hingga 0,22 derajat. Hal ini menunjukkan bahwa hilal belum tampak di seluruh wilayah Indonesia.
Kondisi Hilal pada 26 Juni 2025
Keesokan harinya, yaitu pada 26 Juni 2025, posisi hilal berubah signifikan. Tingginya berkisar antara 9,95 derajat di Merauke hingga 12,99 derajat di Sabang. Elongasi pun meningkat, berkisar antara 13,12 derajat hingga 14,88 derajat.
Selain itu, umur bulan saat matahari terbenam juga bertambah. Di Merauke, umur bulan mencapai 21,98 jam, sedangkan di Sabang 25,4 jam. Hilal pun berada di atas ufuk selama 51 hingga 63 menit, tergantung wilayah.
Berdasarkan data dari LF PBNU dan BMKG, hilal pada 25 Juni 2025 masih di bawah ufuk dan belum dapat dirukyat. Oleh karena itu, kemungkinan besar 1 Muharram 1447 H akan jatuh pada Kamis, 27 Juni 2025, setelah hilal benar-benar terlihat dan memenuhi syarat penetapan awal bulan Hijriyah.
Author : Istiqna Salsabila










