Pasuruan, Jawa Timur
Senin, 4 Mei 2026

Inayah Batik Tulis Semangat Tradisi dalam Goresan Karya Anak Muda Pasuruan

Portalarjuna.net, Pasuruan – Di tengah derasnya pengaruh budaya populer, fashion instan, dan industrialisasi mode yang masif, keberadaan batik tulis menjadi simbol perlawanan terhadap seragamnya selera global. Di Kota Pasuruan, Jawa Timur, semangat untuk menjaga kearifan lokal tetap hidup melalui tangan seorang perempuan muda bernama Syarifatul Isti Inayah. Dikenal publik sebagai Isti, ia adalah sosok di balik lahirnya UMKM Inayah Batik Tulis, sebuah usaha batik tulis tradisional yang kini tidak hanya berfungsi sebagai produsen kain, tetapi juga menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Isti mulai mengenal batik sejak usia remaja, ketika ia membantu ibunya, Ibu Sumini, dalam proses membatik rumahan.

Pengalaman langsung sejak tahun 2012–2013 itulah yang menanamkan kecintaan mendalam pada proses membatik dan filosofi di balik setiap goresan malam. Setelah melalui proses belajar mandiri dan produksi kecil-kecilan selama beberapa tahun, akhirnya pada tahun 2016, Isti secara resmi mendirikan Inayah Batik Tulis, yang kemudian memperoleh legalitas usaha pada tahun 2017. Sejak saat itu, ia mulai membangun usahanya dengan lebih serius dan profesional.

Berlokasi di Jalan Patimura III Gang 3, Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Inayah Batik Tulis beroperasi sebagai tempat produksi, pelatihan, sekaligus galeri produk. Di sini, batik dibuat menggunakan teknik tradisional, dimulai dari menggambar pola di atas kain, mencanting dengan malam panas, memberi warna, hingga mencuci dan mengeringkan. Proses ini dilakukan sepenuhnya secara manual dan dikerjakan oleh para perempuan lokal yang kini diberdayakan sebagai tenaga kerja tetap. Isti memberikan pelatihan membatik kepada para ibu rumah tangga, sehingga mereka dapat menambah penghasilan keluarga tanpa harus meninggalkan rumah.Salah satu ciri khas batik Inayah terletak pada motif-motif lokal yang sarat makna, seperti motif daun sirih dan burung kepodang.

Selain memiliki nilai estetika, motif tersebut juga mengandung filosofi tentang kesederhanaan, kehangatan keluarga, dan kelestarian alam. Batik Inayah pun semakin bernilai karena menggunakan pewarna alami yang lebih ramah lingkungan dibandingkan pewarna sintetis. Komitmen ini juga menjadikan Inayah Batik selaras dengan gerakan lingkungan hidup di daerahnya, termasuk mendukung kampanye “Zero Sampah di Sungai” yang sedang digalakkan oleh pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Pemerintah daerah pun tak tinggal diam. Dinas Perindustrian dan Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Pasuruan rutin memberikan pembinaan dan kesempatan promosi melalui pameran, pelatihan, serta perlombaan. Pada tahun 2021, Inayah Batik Tulis berhasil meraih Juara 1 dalam lomba Fashion Batik Muslimah tingkat kota. Kemenangan tersebut menjadi pengakuan atas kualitas dan kreativitas batik tulis yang diproduksi oleh tangan-tangan lokal, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya bahwa produk budaya tidak kalah bersaing dengan fashion modern.

Dalam menjalankan usahanya, Isti mempekerjakan sekitar 10 hingga 11 orang, sebagian besar adalah perempuan. Mereka memproduksi berbagai macam produk bukan hanya kain batik lembaran, tetapi juga pakaian, tas, sepatu, hingga alat-alat membatik yang dijual ke luar kota. Salah satu kekuatan usaha ini adalah kemampuannya dalam beradaptasi secara digital. Melalui akun Instagram resmi seperti @inayahbatiktulis dan @inayah_batikpasuruan, Isti mempromosikan produknya, membagikan proses membatik, testimoni pelanggan, hingga edukasi ringan tentang batik. Media sosial menjadi jembatan penting untuk menjangkau konsumen muda dan membangun loyalitas.Lebih dari sekadar usaha, Inayah Batik Tulis telah menjadi simbol pergerakan budaya dari bawah: usaha kecil berbasis rumah tangga, dipimpin oleh perempuan muda, namun mampu bersuara di tingkat kota bahkan nasional. Perjuangan Isti tidak hanya membuktikan bahwa tradisi bisa bertahan, tapi juga menunjukkan bahwa tradisi dapat tumbuh, berinovasi, dan memberi dampak sosial.Hari ini, Inayah Batik Tulis bukan hanya dikenal sebagai produsen batik tulis khas Pasuruan, tetapi juga menjadi inspirasi. Isti menunjukkan bahwa budaya adalah kekuatan. Dari rumah sederhana di sudut Pasuruan, lahir gerakan yang membawa batik kembali ke tengah masyarakat dengan makna baru—bukan hanya sebagai kain, tetapi sebagai wujud cinta pada tanah air, alam, dan sesama manusia.

 

Author : Vivin Indri Amelia

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial