Portalarjuna.net, Winong – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Yudharta Pasuruan (UYP) 31 Juli 2025 kelompok 20 bersama ibu-ibu PKK dari tiap dusun di Desa Winong, Kecamatan Gempol, bergotong royong membangun tempat bank sampah pertama di desa tersebut. Pembangunan dimulai pada 19 Juli 2025 dan ditargetkan rampung pada Sabtu, 1 Agustus 2025.
Rizky Veriansyah Frudin selaku koordinator program menjelaskan, pembangunan bank sampah ini bertujuan untuk memilah dan mengelola limbah non-organik agar tidak langsung dibuang ke TPS maupun TPA. “Kami ingin membangun sistem yang lebih tertata agar sampah tidak lagi menjadi masalah, tapi justru memiliki nilai ekonomi dan edukatif bagi warga,” ujar Rizky saat diwawancarai oleh Muchamad Roni, mahasiswa KKN UYP.
Pembangunan dilakukan di Dusun Winong, tepatnya di samping rumah Kepala Desa. Lokasi ini dipilih dengan mempertimbangkan aksesibilitas, potensi banjir, serta dampak terhadap lingkungan sekitar. “Kami juga menambahkan panggungan untuk mengantisipasi banjir karena wilayah ini cukup rawan,” imbuhnya.
Desa Winong belum pernah memiliki tempat pengelolaan sampah berbasis komunitas sebelumnya. Model bank sampah dipilih setelah melalui evaluasi program serupa di wilayah Sukorejo dan Purwodadi yang dinilai berhasil mengurangi volume sampah rumah tangga secara signifikan.
Selain membangun fisik bank sampah, tim KKN dan warga juga tengah menyiapkan sistem digitalisasi. Ke depannya, nasabah bank sampah bisa mengakses riwayat tabungan dan transaksi melalui aplikasi berbasis Android. “Transparansi akan kami jaga dengan buku tabungan fisik dan sistem akuntansi yang terstruktur. Aplikasi akan menyusul, bisa diunduh langsung di Play Store,” jelas Rizky.
Dukungan masyarakat, terutama ibu-ibu kader PKK dari tiap dusun, disebut Rizky sangat luar biasa. “Mereka tidak hanya antusias, tapi juga siap untuk melakukan sosialisasi lanjutan di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.
Bank sampah ini diharapkan menjadi awal dari gerakan kesadaran lingkungan berkelanjutan di Desa Winong dan model inspiratif bagi desa lainnya.
Author: Muchamad Roni










