Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 3 Mei 2026

Polisi Selidiki Kasus Kematian Turis Brasil di Gunung Rinjani

PortalArjuna.net, Mataram – Kepolisian Resor Lombok Timur kini tengah mengusut insiden meninggalnya Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang diduga terjatuh ke jurang saat mendaki Gunung Rinjani. Penyelidikan ini dilakukan guna mencari tahu apakah terdapat unsur kelalaian atau pelanggaran hukum dalam kejadian tersebut, dilansir dari DetikTravel. (30/06/2025)

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Timur, AKP I Made Dharma Yulia Putra, sejumlah individu telah dimintai keterangan guna mendalami kasus ini. “Beberapa saksi telah kami periksa untuk mengumpulkan informasi awal terkait kejadian itu,” ujarnya pada Senin (30/6), dikutip dari Antara.

Mereka yang telah dimintai keterangan antara lain adalah pelaku usaha jasa pendakian atau trekking organizer (TO), pemandu pendakian, porter, serta petugas Polisi Kehutanan dari wilayah Aikmel. Masing-masing saksi berasal dari Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. “Kami telah memeriksa TO berinisial JU, pemandu AM, porter SB, serta petugas kehutanan MG,” jelasnya.

Selain itu, penyidik juga menggali informasi dari peserta pendakian lain yang ikut dalam rombongan Juliana saat insiden terjadi. “Semua keterangan mereka kami kumpulkan untuk membangun kronologi kejadian secara lengkap,” tambah Dharma.

Penyelidikan juga melibatkan proses identifikasi di lokasi kejadian, serta koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar Brasil di Indonesia yang turut mengirimkan tim ahli untuk memantau proses investigasi. “Sejak dua hari pasca insiden, kami intens berkomunikasi dengan staf Kedubes Brasil karena mereka terus memantau perkembangan kasus ini,” jelasnya.

Terkait kemungkinan adanya tersangka dalam kasus ini, Dharma mengatakan keputusan akan diambil setelah proses penyelidikan dan penyidikan selesai dilakukan. “Penetapan tersangka baru bisa dilakukan setelah semua fakta hukum terkumpul,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Taman Nasional Gunung Rinjani, Lidya Tesa Vitasari Saputro, menyatakan pihaknya akan meninjau ulang standar operasional prosedur (SOP) kegiatan pendakian menyusul kejadian tersebut. “Kami akan mengevaluasi kembali SOP yang kami terapkan. Bisa jadi ada kelemahan baik dari kami maupun dari pihak penyedia jasa pendakian,” katanya.

Ia menegaskan bahwa selama ini pihaknya telah memiliki protokol resmi mengenai prosedur pendakian, termasuk dalam hal penanganan darurat dan pengelolaan lingkungan. “Kami memiliki prosedur tetap dalam pengelolaan pendakian, evakuasi, serta pengelolaan sampah di jalur Rinjani,” tutupnya.

 

Author : Fera Puspita Sari

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial