Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 2 Mei 2026

Workshop “Pelibatan, Bertani Sehat, Terpadu dan Berkelanjutan” Terselenggara di Desa Bakalan, Purwosari.

Portalarjuna.net, Purwosari – Balai Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan menjadi lokasi terselenggaranya workshop bertema “Pelibatan, Bertani Sehat, Terpadu dan Berkelanjutan, Pertanian Regeneratif Integrated Farming System (PRIFASI)” pada 24/07/2025 yang dimulai pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PELIBATAN V, sebuah inisiatif yang dirancang untuk mendukung pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan berbasis pertanian regeneratif di tingkat desa.

Workshop ini mengusung pendekatan ekosistem kewirausahaan yang menekankan sinergi antar sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem pertanian terpadu yang berkelanjutan. Tujuannya adalah menciptakan pola usaha tani yang responsif terhadap perubahan iklim, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung ekonomi sirkular melalui praktik pertanian yang ramah lingkungan.

Peserta workshop mendapatkan materi mengenai penerapan pertanian regeneratif, optimalisasi produksi melalui sistem pertanian terintegrasi, serta teknik budidaya ikan nila dengan pendekatan NIZOLEMI yang telah diterapkan di Dusun Bakalan. Selain itu, topik seperti pengelolaan limbah menjadi kompos organik untuk memperbaiki kualitas tanah juga turut menjadi fokus.

Program ini menyasar kelompok tani, komunitas peternak kambing, komunitas lokal seperti PAKWALI dan GERABAK, serta BUMDes Ketapang sebagai penggerak kegiatan ekonomi desa. Forum ini juga menjadi ruang diskusi kolaboratif untuk menyusun strategi penguatan ketahanan pangan desa, sekaligus menyelaraskan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari KDM JTI.

Dalam sambutannya, Bapak Apri selaku Program Manager YISI menegaskan pentingnya peran aktif lembaga desa dalam program ini. “Kita di Indonesia ini dengan adanya program ketahanan pangan, kita berharap agar nanti BUMDes bisa mengambil peran, selain untuk menghasilkan produktivitas pangan juga memperbaiki lahan,” ujarnya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendukung transformasi pertanian yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemandirian desa. Harapannya, model yang dikembangkan di Desa Bakalan dapat direplikasi di wilayah lain sebagai contoh praktik baik pembangunan berbasis masyarakat dan lingkungan.

Author : Salsabilah Rachma

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial