Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 23 April 2026

Kerusuhan Pecah di Berbagai Kota, Demonstrasi Tuntut Keadilan Berujung Anarkis

Portalarjuna.net, Jakarta – Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir berujung pada kericuhan dan insiden anarkis. Aksi yang semula damai berubah menjadi bentrokan antara massa dan aparat keamanan, menyebabkan kerusakan fasilitas umum, gedung pemerintahan, bahkan menelan korban jiwa. Sabtu, (30/08/2025).

Pemicu Aksi dan Kericuhan
Kericuhan ini disinyalir dipicu oleh beberapa isu, termasuk tuntutan terkait reformasi institusi kepolisian dan transparansi penanganan kasus kematian seorang pengemudi ojek online (ojol) bernama Affan Kurniawan. Kematian Affan yang diduga dilindas oleh kendaraan taktis Brimob saat demo sebelumnya menjadi katalisator bagi meluasnya aksi solidaritas. Selain itu, tuntutan dari kelompok buruh dan mahasiswa juga mencakup penolakan terhadap upah murah, pengesahan RUU Ketenagakerjaan, serta pemberantasan korupsi.

Kerusakan dan Korban di Berbagai Daerah
Kondisi terparah terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, di mana unjuk rasa berujung pada terbakarnya gedung DPRD Kota Makassar. Insiden ini dilaporkan menewaskan dua orang yang terjebak di dalam gedung. Di beberapa daerah lain seperti Solo, Bandung, dan Cirebon, massa juga terlibat bentrokan dengan aparat, merusak fasilitas publik, dan membakar gedung pemerintahan, seperti Kantor DPRD Kediri dan Kantor DPRD Cirebon.

Di Jakarta, kericuhan terjadi di sejumlah titik strategis seperti depan Gedung DPR/MPR, Polda Metro Jaya, dan Mako Brimob Kwitang. Massa aksi merusak pagar dan melempari fasilitas dengan bom molotov dan batu, memicu respons dari aparat keamanan dengan tembakan gas air mata. Akibatnya, beberapa ruas jalan tol dan layanan transportasi umum seperti KRL sempat terganggu.

Tanggapan Pemerintah dan Aparat
Menanggapi situasi ini, Panglima TNI dan Kapolri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dan menyampaikan aspirasi secara damai. Presiden Prabowo Subianto juga meminta masyarakat untuk percaya kepada pemerintah dan tidak mudah diadu domba. Di sisi lain, Komnas Perempuan mengecam tindakan kekerasan aparat yang menyasar warga sipil di sekitar area unjuk rasa.

Sejumlah tokoh nasional, termasuk para ketua partai politik, turut memberikan pernyataan dan berupaya menenangkan situasi. Sebagian di antaranya bahkan bertemu langsung dengan massa aksi untuk berdialog. Pemerintah juga telah memberikan penghargaan anumerta dan hak pensiun bagi para ASN yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Dampak Sosial dan Ekonomi
Kericuhan ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi. Beberapa kedutaan besar negara asing mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya di Indonesia. Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau perusahaan untuk menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) guna mengurangi mobilitas dan risiko keamanan.

Meski demikian, di beberapa daerah, upaya meredakan situasi terus dilakukan, termasuk dengan menggelar doa bersama dan aksi solidaritas yang lebih damai. Pihak kepolisian juga melakukan penangkapan terhadap ratusan orang yang diduga menjadi provokator kerusuhan. Berbagai pihak berharap situasi bisa segera kembali kondusif dan segala permasalahan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.

Author: Abdul Mu’id Faidzin

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial