Portalarjuna.net, Pasuruan – FGD bertajuk “Pemetaan Potensi dan Hambatan Pengembangan Ekonomi dalam Destana yang Inklusif” digelar Pada 5/09/2025 di Desa Ngadirejo, Tutur, Kabupaten Pasuruan.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah narasumber dan tokoh penting, antara lain Syukur Sugeng Apriwiyanto selaku Founder YISI, Mulyono Kepala Desa Ngadirejo, Ancila Bere perwakilan Siap Siaga Provinsi, Meilinarti dari Siap Siaga, serta Solekhan, Syukur LPKP, dan Arna dari Kondusif.
Dalam sambutannya, Ancila Bere menekankan pentingnya kesiapsiagaan desa dalam menghadapi potensi bencana sekaligus menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. “Memastikan Jawa Timur tetap aman dalam sektor pertanian, melakukan siap siaga untuk menanggulangi atau menghindari hal negatif, bisa melakukan pendampingan melalui destana dan YISI,” ujarnya.
FGD ini membahas kondisi aktual Desa Ngadirejo dengan beberapa poin utama, di antaranya:
1. Pemetaan Mata Pencaharian
Mayoritas masyarakat Ngadirejo lebih pada sektor pertanian, sehingga arah pengembangan ekonomi dan mitigasi risiko harus memperhatikan dinamika sektor ini.
2. Kalender Musim Desa
Hasil diskusi memetakan empat kategori musim yang berpengaruh pada kehidupan warga, yaitu:
1. Musim tanam
2. Musim panen
3. Musim hajatan atau masa boros
4. Musim dengan cuaca ekstrem
3. Tabulasi Tingkat Kesejahteraan
Kesejahteraan masyarakat dianalisis melalui lima indikator: kepemilikan lahan, jenis rumah, sumber penghasilan, aset produktif, dan kerentanan terhadap risiko.
4. Analisa Risiko Bahaya
Desa Ngadirejo memiliki potensi bencana yang perlu diantisipasi, antara lain: longsor, erupsi Gunung Bromo, puting beliung, serta kebakaran.
Melalui pemetaan potensi dan hambatan ini, kegiatan FGD diharapkan menjadi pijakan bagi Desa Ngadirejo untuk mengembangkan Destana (Desa Tangguh Bencana) yang inklusif, sehingga masyarakat tidak hanya lebih siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Kepala Desa Ngadirejo, Mulyono, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Ia berharap hasil diskusi dapat diimplementasikan dalam program pembangunan desa yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Author : Salsabilah Rachma










