Portalarjuna.net, Pasuruan – Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Bandung Barat, mulai dari PAUD hingga SMA, dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program “Makan Bergizi Gratis” (MBG). Kasus ini mencuat sejak Senin, 22/09/2025, dan hingga Rabu, 24/09/2025, jumlah korban terus bertambah hingga mencapai sekitar 180 siswa pada hari Rabu saja (Sumber: Kompas TV).
Menanggapi kejadian ini, Gubernur Jawa Barat telah memanggil Badan Gizi untuk membahas masalah tersebut. Pemanggilan ini dilakukan sebagai upaya untuk mencari solusi dan mengevaluasi program MBG agar kejadian serupa tidak terulang kembali (Sumber: Detik.com Jabar).
Sementara itu, terkait dengan kemungkinan moratorium program MBG, Dedi Mulyadi memberikan tanggapannya. “Moratorium bukanlah solusi utama. Yang terpenting adalah evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan kualitas makanan yang diberikan. Kita harus memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi siswa benar-benar aman dan bergizi,” ujar Dedi Mulyadi (Sumber: Kompas.com Bandung).
Pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat juga telah turun tangan untuk melakukan penyelidikan dan pemantauan. Jumlah korban keracunan diprediksi masih bisa bertambah seiring dengan pemantauan yang terus dilakukan di lapangan.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk memberikan makanan bergizi kepada siswa secara gratis. Namun, dengan adanya kasus keracunan massal ini, program tersebut menjadi sorotan dan memerlukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Author: Rizky Nur.










