Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 30 April 2026

Bertahan Sejak 1994, Tukang Parkir 61 Tahun Ini Gantungkan Hidup dari Penghasilan Tak Menentu

Portalarjuna.net, Malang – Muhammad Arifin (61), tukang parkir di kawasan Pasar Tumpang, Kabupaten Malang, telah menghabiskan hidupnya menjaga parkiran sejak 1994. Setiap hari ia menggantungkan penghasilan dari uang parkir pengunjung pasar, tanpa kepastian pendapatan dan tanpa bantuan apa pun dari pemerintah.

Sejak pagi hingga sore, Pak Arifin berdiri di tepi jalan dekat pintu masuk Pasar Tumpang, membantu kendaraan keluar masuk area pasar yang selalu ramai. Aktivitas itu sudah menjadi rutinitasnya selama lebih dari tiga dekade, menjadi satu-satunya sumber nafkah untuk menghidupi keluarganya.

“Pendapatan tidak tentu. Kalau lagi ramai paling dapat lima puluh ribu sehari. Kalau sepi ya seadanya,” ungkap Pak Arifin.

Meski pekerjaan yang dijalaninya tidak memberikan jaminan ekonomi, Pak Arifin tetap bertahan. Dengan usia yang tidak lagi muda, ia mengaku kesulitan mencari pekerjaan lain, terutama di sektor formal yang mensyaratkan fisik kuat serta ijazah pendidikan tertentu.

Profesi sebagai tukang parkir juga tidak memberikan perlindungan sosial maupun keamanan kerja. Selama ini Pak Arifin belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah ataupun lembaga sosial. Semua kebutuhan keluarganya, termasuk ketiga anaknya, ia upayakan dari hasil parkir harian.

Dengan suara datar tetapi penuh harapan, Pak Arifin hanya menyampaikan keinginan sederhana. “Yang penting sehat dan rezekinya lancar,” ujarnya.

Kisah Pak Arifin mencerminkan realitas pekerja sektor informal yang masih terpinggirkan dalam sistem perlindungan sosial. Di tengah ketidakpastian ekonomi, Arifin terus bertahan di Pasar Tumpang, mengatur parkir demi memenuhi kebutuhan keluarga, sambil menggantungkan harapan pada kesehatan dan rezeki yang tetap mengalir.

Author: Abel Setyo
Fotografer: Abel Setyo

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial