Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 30 April 2026

Cak To dan Warung Kecil di Sisi Masjid Jami’ Sukorejo

PortalArjuna.net, Pasuruan –  24 November 2025 sudut area Masjid Jami’ Sukorejo, tepat di deretan ruko kecil yang setiap hari ramai oleh lalu-lalang warga, terdapat satu warung sederhana yang selalu menjadi tujuan para pengunjung Warung Cak To . Pemiliknya, seorang pria 35 tahun bernama Cak To , membuka usaha kuliner rumahan yang menawarkan hidangan hangat seperti batagor khas Bandung , mi nyemek , serta berbagai sajian kopi dan minuman hangat.

Dalam rangkaian foto yang terekam malam itu, terlihat Cak To sibuk menyiapkan pesanan pelanggan mulai dari meracik mi di atas meja kayu kecil, menyiapkan bumbu, hingga memasak di dapur ruko yang sangat sederhana. Rak-rak warungnya diisi jajanan, kopi sachet, dan kebutuhan warung kecil pada umumnya yang mencerminkan kehidupan UMKM lokal yang bertahan dengan kreativitas dan kerja keras.

Warung Cak Menyediakan berbagai menu seperti batagor , mie nyemek , mie rebus dengan telur , hingga aneka minuman panas dan dingin. Namun ada aturan unik yang berlaku di seluruh ruko tersebut ketika waktu salat tiba, semua warung wajib tutup . Begitu azan berkumandang, Cak To pun mematikan kompor, merapikan meja, lalu berjalan menuju masjid untuk salat berjamaah. baru dibuka kembali saat jamaah selesai.

“Kalau azan, ya tutup dulu. Nanti setelah jamaah selesai baru buka lagi,” begitu prinsip yang dipegang Cak To.

Tradisi ini sudah lama menjadi kesepakatan tak tertulis antara para pedagang dan pengurus masjid, menciptakan suasana religius dan kedisiplinan yang jarang ditemui di pusat kuliner lainnya.

Dari semua menu yang disajikan, dua hidangan menjadi favorit pelanggan batagor dan mie nyemek . Batagor Cak To terkenal karena teksturnya yang lembut dan bumbu kacangnya yang gurih, sementara mie nyemek racikannya digemari karena cita rasa pedas-gurih yang khas dan porsinya yang pas untuk bersantai malam.

Bagi warga Sukorejo, warung sederhana ini bukan sekadar tempat makan, tetapi ruang hangat yang memadukan makanan enak, kehangatan pelayanannya,berkumpulnya orang-orang dan tradisi keagamaan yang dijaga dengan penuh rasa hormat. Kisah Cak To adalah potret kecil tentang bagaimana ketekunan dan nilai-nilai lokal dapat berjalan harmonis dalam kehidupan sehari-hari.

Author : N.Badriyah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial