Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 30 April 2026

Juru Parkir Pasar Lawang Bertahan di Tengah Tekanan Ekonomi dan Sepinya Pasar Tradisional

PortalArjuna.net, Malang, 17 November 2025 — Di tengah hiruk-pikuk Pasar Lawang, Kabupaten Malang, keberadaan para pekerja informal menjadi bagian penting dari denyut kehidupan pasar. Salah satunya adalah Zulmawar (62), juru parkir yang setiap hari memastikan kenyamanan pengunjung sejak delapan tahun terakhir.

Ditemui pada Senin siang (17/11) pukul 12.55 WIB, Zulmawar tampak mengatur kendaraan sambil sesekali membantu istrinya yang berjualan di dalam pasar. “Saya bekerja sebagai jukir sudah 8 tahun lamanya. Selain itu, saya juga bantu istri jualan,” ujarnya.

Zulmawar bukan asli Jawa. Ia berasal dari Sumatra dan menetap di Malang sejak menikah dengan perempuan Jawa pada tahun 2003. Kini, ia dikaruniai dua anak yang menjadi alasan utamanya terus bertahan di pekerjaan ini. “Saya orang Sumatra. Setelah menikah sama orang Jawa tahun 2003, saya tinggal di sini,” terangnya.

Pemilihan Pasar Lawang sebagai tempat bekerja bukan tanpa pertimbangan. Jarak yang dekat dari rumah menjadi alasan utama, terlebih karena ia bisa sekaligus membantu usaha istrinya. “Dekat rumah, jadi lebih mudah juga buat bantu istri,” katanya.
Meski demikian, pekerjaannya tidak selalu berjalan mulus. Zulmawar mengungkap bahwa pasar tidak lagi seramai dulu. Pergeseran perilaku belanja ke platform daring membuat jumlah pengunjung menurun. “Sekarang lebih sepi karena orang lebih memilih belanja online. Tapi Pasar Lawang ini alhamdulillah masih tergolong ramai,” jelasnya.

Pendapatannya pun tidak menentu. Dalam sehari, ia bisa mendapatkan Rp40.000–Rp50.000, namun pada hari-hari sepi hanya sekitar Rp20.000. “Itu pun masih harus setor ke pihak pasar. Kalau ditanya cukup apa tidak, ya disyukuri saja,” katanya.
Selama bekerja, Zulmawar mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah ataupun pihak lain. Kendati demikian, ia tidak memiliki tuntutan besar. Harapannya sederhana: “Yang penting anak-anak dan keluarga saya sehat dan tercukupi, sudah alhamdulillah.”

Potret kehidupan Zulmawar memperlihatkan realitas kelompok marjinal dalam masyarakat—pekerja informal yang pendapatannya tidak stabil, rentan terdampak perubahan ekonomi, dan kerap terabaikan kebijakannya. Di tengah tantangan modernisasi dan sepinya pasar tradisional, kisah Zulmawar menjadi gambaran nyata tentang keteguhan dan perjuangan untuk tetap bertahan.

Author : Chovivatul Ismi

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial