Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 30 April 2026

Kondisi ODGJ di Jembatan Pasar Singosari

PortalArjuna.net, Malang – 18 November 2025 kisah pilu seorang lansia bernama Bapak Alfati, 95 tahun, asal Kediri, yang kini hidup sebagai ODGJ dan berpindah-pindah tempat setiap hari. Ia mengaku dijauhi keluarga karena dianggap berbeda kasta dan tidak setara secara ekonomi.

Ketika ditemui di kawasan Jembatan Pasar Singosari, saya langsung memberikan makanan dan sejumlah uang sebagai bentuk pendekatan. Respons Bapak Alfati yang awalnya gelisah berubah menjadi lebih tenang, sehingga percakapan dapat berlangsung meski jawabannya tidak selalu relevan.

Dalam wawancara itu, ia menceritakan riwayat hidupnya. Bapak Alfati mengaku pernah menikah empat kali, namun tidak memiliki anak kandung. Ia hanya menyebut memiliki “anak siri”, tanpa menjelaskan detail lebih jauh tentang keberadaannya.

Yang paling menonjol dari pengakuannya adalah masalah keluarga. Dengan nada berat, ia mengatakan:

“Aku iki ditinggal keluargaku… mergo dudu setara, beda tahtané.”
(“Saya ditinggalkan keluarga… karena dianggap tidak setara, berbeda tingkatannya.”)

Ia menjelaskan bahwa adiknya hidup berkecukupan, sementara dirinya dianggap kurang mampu. Perbedaan ekonomi itu, menurutnya, membuat keluarga menjauh dan tidak menganggapnya lagi.

Selain kisah keluarganya, dari cara berbicara dan pola pikirnya, tampak adanya keyakinan bahwa ia memiliki “ilmu yang sangat tinggi”. Cara ia merangkai kalimat yang tidak runtut, meloncat-loncat, dan penuh kepercayaan pada diri sendiri menunjukkan adanya delusi kebesaran. Ia mempercayai bahwa pikirannya “tidak mampu menampung” ilmu tersebut, sehingga kondisinya makin tidak stabil.

Bapak Alfati juga menyebut bahwa ia tidak memiliki tempat tinggal tetap. Ia berpindah-pindah setiap hari dan beristirahat di lokasi berbeda, termasuk area jembatan tempat ia diwawancarai.

Kisah Bapak Alfati memperlihatkan potret nyata lansia dengan gangguan mental yang hidup tanpa dukungan keluarga dan tempat tinggal layak. Pengakuannya tentang dijauhi karena perbedaan kasta menunjukkan bagaimana persoalan status sosial masih memengaruhi hubungan keluarga. Kondisi fisik yang menua, keyakinan delusional, dan ketidakstabilan hidup membuat Bapak Alfati sangat membutuhkan perhatian serta penanganan dari pihak berwenang.

 

Author: Eva Adelia Fransisca

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial