Portalarjuna.net, Pasuruan – Program Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa (KOSABANGSA) 2025 di Desa Selok Anyar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang. menunjukkan keberhasilan sinergi antara dunia akademis dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman erupsi Gunung Semeru.
Pendekatan Partisipatif, Masyarakat Sebagai Mitra Aktif
Program ini dimulai dengan forum diskusi dan pemetaan potensi desa yang melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan tim pengabdi dari perguruan tinggi. Pendekatan partisipatif ini menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif, bukan sekadar penerima manfaat.
Dari dialog tersebut lahir dua fokus utama pendampingan, pengembangan teknologi pengolahan hasil pertanian dan penguatan kesiapsiagaan bencana. Desa Selok Anyar memiliki potensi besar di sektor pertanian dengan hasil utama seperti padi, pisang, singkong, dan umbi-umbian, namun pengolahan hasil panennya masih terbatas. Di sisi lain, ancaman erupsi Semeru menjadi tantangan yang terus membayangi kehidupan warga.
Tiga Inovasi Teknologi untuk Kemandirian Desa
Dr. Any Urwatul Wusko sebagai anggota pelaksana dari Universitas Yudharta Pasuruan menjelaskan bahwa KOSABANGSA menghadirkan tiga inovasi utama yang dirancang sesuai kebutuhan masyarakat:
1. Fermentor Pupuk Organik
Teknologi ini mengubah limbah pertanian menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Petani kini mampu memproduksi pupuk secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk subsidi, serta meningkatkan kesuburan tanah.
2. Mesin Pencacah Bahan Organik
Mesin ini mempercepat proses pembuatan pupuk dengan memperhalus bahan baku sehingga penguraian berjalan lebih efisien.
3. Teknologi Mitigasi Erupsi
Berupa sistem peringatan dini berbasis peta digital kawasan rawan serta pelatihan penggunaan alat deteksi getaran sederhana. Warga juga dilatih mengakses aplikasi informasi bencana untuk mempercepat evakuasi saat terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Ridho, salah satu petani, mengungkapkan antusiasmenya, “Sekarang kami bisa membuat pupuk sendiri tanpa harus bergantung pada pupuk subsidi.”
Generasi Muda, Kunci Ketangguhan Desa
Pemuda Desa Selok Anyar melalui Karang Taruna memegang peranan penting dalam program ini. Mereka aktif menggelar latihan evakuasi, sosialisasi mitigasi bencana, serta membagikan Buku Saku Tangguh Semeru kepada warga.
Abd. Khafid, koordinator Karang Taruna, menyampaikan, “Kami belajar untuk tidak hanya bertahan, tapi juga saling menjaga dan membantu saat bencana datang.”
Kegiatan ini menumbuhkan semangat solidaritas dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan bersama.
Teknologi yang Membumi dan Berkelanjutan
Kepala Desa Selok Anyar, Nurasim, mengapresiasi dampak nyata program KOSABANGSA.
“Teknologi tidak harus mahal, yang penting bisa digunakan oleh warga dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.
Program ini tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga mempererat kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah desa dengan tetap berlandaskan semangat gotong royong serta nilai kearifan lokal.
Hasil Nyata dan Luaran Edukatif
Evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada produktivitas pertanian. Kelompok tani kini mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri, dan kesiapsiagaan warga terhadap ancaman erupsi semakin membaik.
Tim pengabdi juga menghasilkan beragam luaran edukatif seperti artikel, video dokumenter, dan infografis untuk memperluas penyebaran informasi ke masyarakat luas.
Dr. Any menegaskan, “Teknologi memberikan daya tahan, sedangkan kearifan lokal menjamin keberlanjutan.”
Tim Kolaborasi Lintas Universitas
Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas Perguruan Tinggi yakni Universitas Yudharta Pasuruan dan Universitas Nusantara PGRI Kediri. Tim pengabdi terdiri dari Nurma Yuwita, M.I.Kom, Dr. Any Urwatul Wusko, M.Ab, dan Walidini Syaikhul Huda, M.Kom dari Universitas Yudharta Pasuruan, serta Dr. Agus Muji Santoso, M.Si, Dr. M. Anas, MM., M.Si, dan Hesti Istiqlaliyah, ST., M.Eng dari Universitas Nusantara PGRI Kediri.
Mereka hadir sebagai mitra belajar bagi masyarakat, bukan sebagai pengajar yang menggurui, dengan tujuan menciptakan solusi yang sesuai kebutuhan lokal dan dapat dioperasikan secara mandiri oleh warga.
Semangat Baru dari Lereng Semeru
Dari Desa Selok Anyar di kaki Gunung Semeru, tumbuh semangat baru menuju masyarakat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing. Warga kini tidak hanya lebih produktif secara ekonomi, tetapi juga lebih siap menghadapi bencana melalui penerapan teknologi tepat guna dan nilai-nilai kearifan lokal.
“Membangun desa sama dengan memperkuat bangsa. Dari lereng Semeru, kami menyalakan harapan,” tutup Dr. Any Urwatul Wusko.
Author : Salsabilah Rachma













