Portalarjuna.net, Pasuruan – Di balik suara sayup dari speaker portabel kecil, tersemat kisah Bapak Arluji (55), seorang pengamen yang telah mengarungi jalanan selama hampir tiga dekade. Pria asli Lumajang ini menjadikan vokal dan alat musik elektronik mini sebagai tumpuan hidupnya selama 28 tahun.
Arluji memulai profesi pengamen sejak ia masih bujang, jauh sebelum ia berkeluarga dan menjadi ayah dari dua anak. Di usianya yang kini 55 tahun, ia terus berpindah tempat, mencari rezeki di setiap sudut kota yang mau mendengarkan lagunya. Konsistensinya selama 28 tahun menunjukkan daya tahan yang luar biasa dalam menghadapi kerasnya kehidupan jalanan.
Sebagai pengamen yang mengandalkan suara dan sound system kecil, pendapatan Arluji sangat bergantung pada kondisi lingkungan dan cuaca. Rata-rata, ia hanya mengantongi penghasilan harian antara Rp20.000 hingga Rp30.000.
Ia harus terus bernyanyi dan berpindah. Ia mengungkapkan bahwa hari-hari hujan menjadi tantangan terbesar, sebab rezeki akan terpotong drastis, memaksa dirinya pulang dengan hasil yang minim.
Bertahun-tahun hidup di jalanan mengajarkan Arluji banyak hal. Perjalanan ini memberinya kebijaksanaan tentang kesabaran, syukur, dan perjuangan.
Ia menegaskan bahwa pengalaman hidup di jalan telah menjadi pelajaran berharga. “Sejak hidup di jalan, banyak pengalaman yang menjadi pembelajaran untuk hidup.” Ucapnya (26/11/2025).
Kisah Arluji, yang terus berjuang demi keluarganya dengan penghasilan yang tidak menentu, menjadi cerminan nyata dari kegigihan masyarakat kecil yang tak pernah lelah menghadapi kerasnya roda perekonomian.
Author : Alfan Saputra











