Portalarjuna.net, Pasuruan – Setiap pagi di Pasar Rakyat Sukorejo, sosok Bapak Yasin selalu hadir dengan botol-botol jamu beras kencurnya. Pria berusia 58 tahun yang berasal dari Sidoarjo dan kini tinggal di Desa Lecari itu sudah berjualan sejak tahun 1990. Ia mulai membuka lapak pukul 06.30 pagi, menyapa para pembeli yang sebagian besar merupakan pelanggan lama yang menyukai kesegaran jamunya.
Jamu yang dijual Bapak Yasin ia ambil dari sebuah toko tepat di depan tempat ia berjualan. Toko tersebut memproduksi jamu beras kencur sejak tahun 1982. Setiap botol ia jual seharga Rp8.000. Bapak Yasin tidak membawa banyak stok, ia hanya mengambil beberapa botol sesuai kebutuhan hari itu. Meski sederhana, jamu tersebut tetap menarik minat warga yang mencari rasa tradisional yang jarang ditemukan di minuman modern.
Menjelang pukul 12 siang, Bapak Yasin biasanya menutup lapak. Pasar mulai sepi sejak pukul 11, sehingga ia memilih menyudahi aktivitasnya meskipun masih ada sisa jamu. Dengan kebiasaan yang ia jalani selama lebih dari tiga dekade, Bapak Yasin menunjukkan bagaimana ketekunan dan kecintaannya pada tradisi mampu menjaga keberadaan jamu beras kencur di tengah masyarakat.
AUTHOR : AZIMMATUZ ZAHRO LAILY










