Pasuruan, Jawa Timur
Kamis, 30 April 2026

Potret Ketangguhan Bapak Budi dan Lima Tahun Perjuangannya di Kaki Lima Pasar Lawang

Portalarjuna.net, Lawang – Selama rentang waktu lima tahun, Bapak Budi (43), seorang warga dari Porong, Lawang, telah menjadikan tepi trotoar di sekitar Pasar Rakyat Lawang sebagai ladang usahanya. Lokasi ini, yang merupakan perbatasan antara hiruk pikuk aktivitas pasar dan lalu lintas kendaraan, menjadi titik perjumpaan Pak Budi dengan perjuangan ekonominya sehari-hari. Ia adalah salah satu potret nyata kegigihan pedagang kaki lima yang bertahan dengan modal keuletan.

Dengan postur duduk atau berjongkok di atas alas seadanya, Budi terlihat dengan teliti memajang koleksi perkakasnya yang beragam mulai dari kunci pas, obeng, hingga gergaji yang diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga maupun bengkel sederhana. Untuk bersaing di pasar yang kompetitif, Pak Budi mengandalkan strategi harga tetap yang memikat dengan spanduk “OBRAL 10.000” menjadi magnet utama, menunjukkan komitmennya pada barang yang terjangkau. Pendekatan ini menjamin perputaran modal, seperti terlihat saat ia bertransaksi dengan pelanggan di tengah tumpukan barang dagangannya.

Kesehariannya di pasar adalah perpaduan antara interaksi sosial dengan pelanggan dan pekerjaan logistik yang berat. Lapak yang berdekatan dengan jalan raya menuntut kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi segala tantangan lingkungan. Lebih dari itu, Pak Budi harus mengurus mobilisasi stok barang. Ia mengandalkan motor birunya yang sering terlihat membawa beban berat berupa karung dan kantong plastik besar sebagai sarana vital untuk mengangkut seluruh dagangan dari kediamannya di Porong menuju Lawang setiap hari, biasanya berangkat setelah sholat subuh dan pulang disekitar jam 11.00 siang.

Dedikasi Pak Budi yang tidak pernah putus untuk menempuh perjalanan dan berdagang di lokasi tersebut selama setengah dekade ini memperkuat citra ketangguhan seorang pelaku usaha mikro. Kisah Pak Budi menjadi simbol adaptasi para pedagang kaki lima di Kabupaten Malang, membuktikan bahwa dengan gigih bekerja dan menawarkan harga yang bersahabat, mereka mampu mempertahankan roda perekonomian pribadinya, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari denyut nadi Pasar Rakyat Lawang.

 

Author : Imroatul Amaniyah

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial