Pasuruan, Jawa Timur
Minggu, 3 Mei 2026

Potret Syamsuri Pedagang Molen Pinggir Jalan

Portalarjuna.net, Pasuruan – Syamsuri (lahir tahun 1988) adalah seorang pedagang molen dan gorengan yang setiap sore berjualan di pinggir jalan kawasan permukiman di kota kecil Jawa Timur. Usianya kini 37 tahun. Ia memulai aktivitas sejak pagi, menyiapkan adonan tepung, mengupas pisang, serta merapikan gerobak kecil berwarna merah yang menjadi sumber penghasilannya sehari-hari. Menjelang siang, ia mendorong gerobak ke lokasi berjualan tetap, dekat pertigaan jalan yang ramai dilewati anak sekolah dan warga sekitar.

 

Syamsuri hanya menempuh pendidikan sampai tingkat SMP. Saat berusia 16 tahun, ayahnya sakit dan tidak lagi bisa bekerja, sehingga ia meninggalkan sekolah demi membantu ibunya. Ia sempat bekerja sebagai buruh bangunan dan karyawan toko, tetapi tidak pernah bertahan lama karena penghasilan tidak stabil. Pada tahun 2020, ketika situasi ekonomi sulit, Syamsuri memutuskan berdagang gorengan sendiri dengan modal kecil yakni minyak goreng, tepung, dan wajan besar yang ia beli bekas dari temannya.

Molen menjadi dagangan utama Syamsuri. Ia memilihnya karena bahan murah, proses memasaknya ia kuasai, dan rasanya mudah diterima semua kalangan. Ia menggoreng molen satu per satu agar matang merata, menjaga rasa dan teksturnya tetap renyah. Pelanggannya beragam: anak sekolah yang pulang, ibu-ibu yang lewat sambil belanja, hingga tukang ojek yang sering mampir untuk sekadar cemilan sore.

Setiap hari ia berjualan dari pukul 14.00 hingga sekitar 18.00. Jika dagangan laris, Syamsuri bisa pulang lebih cepat; namun saat hujan atau sepi pembeli, ia bertahan sampai malam. Pendapatannya tidak selalu pasti, kadang hanya cukup untuk kebutuhan keluarga, kadang lebih untuk menabung sedikit. Meski hidup sederhana, Syamsuri tetap berusaha menyekolahkan kedua anaknya, berharap mereka kelak punya pilihan hidup yang lebih luas.

Di antara pelanggan, Syamsuri dikenal ramah dan sabar. Ia sering memberi potongan harga atau bonus satu molen untuk anak-anak yang datang membawa uang pas-pasan. Baginya, berdagang bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjaga hubungan kecil dengan masyarakat sekitar. Sebuah peran yang sering tidak terlihat, namun menjadi bagian penting dari denyut kehidupan kota.

Author : M. Valy Nashih Mahvudzy

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial