PortalArjuna.net, Pasuruan – Di tengah hiruk pikuk lalu lintas sekitar Pasar Pandaan, sosok pria bernama Ryanto (45) tampak setiap hari berdiri di persimpangan jalan, membantu mengatur arus kendaraan tanpa dibekali perlengkapan resmi. Dengan gerakan tangan sederhana, ia memastikan kendaraan melintas satu per satu agar tidak saling berebut jalan.
Saat ditemui, Ryanto baru saja menahan sebuah truk besar agar pengendara motor di sisi lain bisa melintas lebih dulu. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini sudah ia lakukan cukup lama dan murni atas inisiatif pribadi.
“Biasanya saya mulai pagi. Kalau pas ramai, saya tinggal sebentar lalu balik lagi sore,” ucapnya sambil terus memperhatikan padatnya arus kendaraan. “Saya tidak punya gaji tetap, ya sekadar dapat uang seikhlasnya saja.”
Ia mengisahkan bahwa awalnya ia turun tangan karena sering melihat kemacetan mengular di simpang tersebut. Kondisi itu membuat kendaraan saling menekan hingga memicu keributan kecil antar pengendara.“Dulu kalau jam pasar, macetnya bisa sampai jauh. Saya coba bantu, ternyata orang-orang merasa terbantu,” kata Ryanto.
Meski tampak sederhana, pekerjaan itu penuh risiko. Ia harus berdiri di tengah kendaraan berat yang lalu-lalang, ditambah cuaca yang tak selalu bersahabat. Namun hal itu tidak mengurungkan niatnya. “Panas, hujan, sudah biasa. Yang penting orang bisa lewat lebih teratur,” katanya.
Pendapatannya tidak menentu, tergantung seberapa banyak pengguna jalan memberi uang sekadarnya.“Kadang tidak seberapa, kadang lumayan. Tergantung situasinya,” tuturnya.
Keberadaannya di simpang pasar itu membuat arus kendaraan lebih teratur, terutama pada jam ramai kunjungan. Tanpa mengandalkan fasilitas resmi, Ryanto menjadi salah satu sosok yang menopang kelancaran aktivitas harian di kawasan pasar tersebut.
Author: Achmad Albazi










