Portalarjuna.net, Lawang – Aktivitas tukang parkir di Pasar Lawang, Kabupaten Malang, tetap berjalan sejak pagi hingga sore meski mereka menghadapi risiko pencurian dan cuaca ekstrem. Setiap hari, Pak Andi (41), yang bertugas di pintu masuk bagian Selatan pasar, menjaga puluhan hingga ratusan motor pengunjung dengan kewaspadaan penuh dan peralatan sederhana.
Tugas Pak Andi bukan hanya mengatur keluar-masuk kendaraan, tapi juga memastikan keamanan setiap motor di lahan parkir pasar yang terbuka. Risiko terbesar yang pernah terjadi ialah kasus pencurian satu unit motor pada tahun 2008. “Dulu pernah ada motor hilang sekali, sekitar tahun 2008,” ungkap Pak Andi (21/10).
Selain ancaman tersebut, lokasi parkir yang berada di ruang terbuka membuat kendaraan rentan terhadap cuaca panas maupun hujan. Untuk mengantisipasi hal itu, tukang parkir biasanya menutup motor dengan kardus atau mengelap bagian kendaraan menggunakan kanebo setelah hujan. “Kalau panas ya kami tutupi kardus. Kalau habis hujan, biasanya kami bantu lap biar motornya tetap bersih,” ujar Pak Andi.
Dalam bekerja, Pak Andi menggunaka peralatan sederhana seperti rompi, kartu parkir, dan topi. Ia tidak bekerja sendirian. Setiap pagi, ia bertugas bersama rekannya, Pak Naip (50), yang membantu mengatur arus kendaraan. “Saya dan Pak Naip ini satu shift, jadi saling bantu kalau lagi ramai,” jelasnya.
Izin pengelolaan dan retribusi parkir di Pasar Lawang diberikan langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Malang, sehingga para petugas parkir memiliki legalitas dalam menjalankan pekerjaannya.
Aktivitas tersibuk biasanya terjadi pada hari raya Lebaran, hari Minggu, dan hari libur, sedangkan pada hari biasa situasi jauh lebih sepi. Pak Andi memulai pekerjaannya sejak pukul 07.00 hingga pukul 16.00 setiap hari. Saat kondisi sedang sepi, para tukang parkir biasanya beristirahat di depan toko emas yang letaknya sejajar dengan lahan parkir yang mereka jaga.
Salah satu pengunjung, Dewi, mengungkapkan alasan mengapa ia lebih memilih lokasi parkir yang dijaga petugas. “Kalau ada tukang parkirnya, saya merasa motor lebih aman. Jadi bisa belanja lebih tenang,” tuturnya.
Dalam menjaga keamanan, Pak Andi mengandalkan kewaspadaan dan ingatan terhadap wajah pelanggan. “Kami harus hapal muka orangnya supaya tidak salah saat mengeluarkan motor,” jelasnya. Selain itu, ia memastikan kendaraan diparkir dengan arah yang sama agar tidak menghalangi jalur keluar-masuk. “Supaya rapi, semua motor harus sejajar. Kami awasi terus biar orang keluar dan masuknya lancar,” tambahnya.
Meski menghadapi risiko dan fasilitas yang minim, para tukang parkir seperti Pak Andi tetap menjaga keamanan kendaraan pengunjung Pasar Lawang dengan penuh tanggung jawab. Keberadaan mereka tidak hanya membantu kelancaran parkir, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berbelanja di pasar tradisional. Di tengah padatnya aktivitas pasar, profesi ini tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keteraturan dan kenyamanan publik.
Author : Maghfiratul Laili F. S










