Portalarjuna.net, Pasuruan – Berawal dari sebuah lubang penampungan air, Kolam Renang Sumber Alam Dinawan di Dusun Betiting, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Pasuruan, kini menjelma menjadi destinasi wisata keluarga yang ramai dikunjungi. Tempat wisata ini pertama kali dibangun pada Desember 2017 oleh pemiliknya, Bapak Suliswanto, setelah melihat antusiasme anak-anak yang bermain di lubang air tersebut.
Menurut salah satu narasumber, Anis Susanti, kolam ini awalnya hanya bermodal Rp200 juta, namun seiring meningkatnya jumlah pengunjung, pengembangan terus dilakukan hingga total biaya mencapai Rp4 miliar. Dulu cuma buat nampung air dari sumber. Karena banyak anak yang mandi di sana, akhirnya dibuat kolam beneran, ujarnya.(20/11/2025)
Kolam Renang Sumber Alam Dinawan kini memiliki tiga jenis kolam, yakni untuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Nama Dinawan sendiri berasal dari gabungan nama dua anak pemilik, yaitu Udin dan Awan, sebagai bentuk harapan agar tempat ini membawa berkah bagi keluarga maupun masyarakat sekitar.
Lokasinya berada di Jl. Dusun Betiting, RT 08/RW 04, Betiting Kidul, Desa Gunting, dan dapat diakses menggunakan sepeda motor maupun mobil pribadi. Meski demikian, jalan menuju lokasi belum dapat dilalui bus wisata, sehingga pengunjung didominasi keluarga dan rombongan kecil.
Harga tiket masuk cukup terjangkau, yakni Rp8.000 pada hari kerja dan Rp10.000 saat akhir pekan atau hari libur. Pengunjung juga dapat menikmati fasilitas tambahan seperti kantin yang dikelola oleh keluarga pemilik kolam. Keunggulan utama kolam ini terletak pada airnya yang jernih karena langsung berasal dari sumber alami di sekitar lokasi. Untuk menjaga kebersihan, pengelola rutin menguras dan membersihkan kolam setiap Kamis sore, sehingga kolam tutup pada hari Jumat.
Dengan suasana pedesaan yang tenang, fasilitas yang memadai, serta kejernihan air alami, Kolam Renang Sumber Alam Dinawan terus menjadi pilihan warga Pasuruan untuk berekreasi bersama keluarga. Tempat wisata ini membuktikan bahwa destinasi sederhana pun dapat berkembang besar ketika dikelola dengan tekun dan melihat peluang dari kebiasaan masyarakat sekitar.
Author : Anggita Melviana










