Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 2 Mei 2026

Pendakian Gunung Arjuno Ditutup Sementara Akibat Cuaca Ekstrem dan Pemulihan Ekosistem

Portalarjuna.net, Pasuruan – Bagi warga Tambak Sari, beberapa minggu terakhir terasa berbeda dari biasanya. Hujan deras hampir setiap hari, kabut pekat yang turun dalam hitungan menit, serta angin kencang yang sesekali menerjang membuat suasana di desa yang berada di jalur pendakian Gunung Arjuno itu terasa lebih sunyi dan waspada. Di depan pos registrasi pendakian, sebuah papan kuning bertuliskan Pendakian Gunung Arjuno Ditutup Sementara berdiri mencolok, seolah menjadi tanda bahwa alam sedang tidak bersahabat.

Penutupan ini resmi diberlakukan oleh pihak pengelola dan Perhutani sejak kemarin, sebuah keputusan yang tak hanya didengar tetapi juga diamati langsung oleh warga setempat. Pak Sucipto, warga Tambak Sari yang hampir setiap hari melewati pos pendakian, membenarkan kondisi alam yang makin tak menentu. Ia menyaksikan sendiri hujan yang turun tanpa jeda, kabut yang menghalangi jarak pandang dalam beberapa menit saja, serta beberapa titik jalur yang mulai mengalami longsor. Menurutnya, keselamatan pendaki adalah alasan utama mengapa pendakian akhirnya ditutup. Cuaca benar-benar tidak bisa diprediksi. Lebih baik ditutup sementara daripada terjadi sesuatu di jalur, ujarnya pada Kamis (20/11/2025).

Tidak hanya jalur Via Tambak Sari, semua jalur pendakian Gunung Arjuno ditutup hingga kondisi dinilai kembali aman. Warga memahami bahwa keputusan ini bukan hanya soal cuaca ekstrem, tetapi juga terkait kondisi ekosistem yang mulai rusak. Beberapa titik jalur mengalami erosi, vegetasi rusak akibat hujan berkepanjangan, dan sejumlah satwa mulai turun mendekati jalur pendaki karena perubahan cuaca yang drastis. Bagi warga seperti Pak Sucipto, penutupan ini juga menjadi kesempatan bagi alam untuk memulihkan diri. Arjuno ini kawasan konservasi. Ada bagian yang harus dibenahi, ada tumbuhan yang perlu waktu untuk pulih. Alam juga perlu istirahat, katanya.

Pengumuman penutupan sudah dipasang di pos pendakian dan disebarkan melalui media sosial. Pendaki yang sudah melakukan reservasi diberikan kesempatan menjadwal ulang tanpa biaya tambahan. Sementara itu, tim basecamp bersama warga melakukan patroli untuk memastikan tidak ada pendaki yang memaksakan diri naik meski jalur sudah resmi ditutup.

Meski beberapa calon pendaki yang datang ke Tambak Sari tampak kecewa, warga melihat bahwa sebagian besar dari mereka dapat menerima keputusan ini dengan lapang dada. Desa terasa lebih tenang dari biasanya, tanpa lalu-lalang pendaki yang biasa memenuhi pagi hari. Bagi warga, penutupan ini mungkin mengurangi aktivitas dan keramaian, tetapi mereka meyakini bahwa ini adalah langkah terbaik hingga cuaca kembali bersahabat dan Gunung Arjuno siap menyambut kembali para pendaki.

Author : Anggita Melviana

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial