Portalarjuna.net, Pasuruan – Sesil, 25 tahun, setiap hari mengamen di lampu merah Purwosari demi membiayai hidupnya dan adiknya. Pemuda asal Ngulakan, Sukorejo, itu pulang ke rumah hanya dua hari sekali dan lebih sering tidur di sekitar lampu merah.
Ia tinggal bersama ayah, ibu tiri, dan adiknya. Ibu kandungnya telah meninggal sementara ayahnya tidak bekerja, sehingga Sesil menjadi penopang keluarga.
Sesil mulai mengamen setelah kakaknya mengajak dia bergabung. Ia juga mengenal teman-teman tongkrongan melalui Instagram. Sebelumnya, ia bekerja di pabrik rokok, namun setelah kontraknya habis ia jadi menganggur. Sejak saat itu ia kesulitan mencari pekerjaan, terutama karena tubuhnya bertato. “Kalo cerita masalah keluarga panjang deh kak ceritanya, yang penting disyukuri” ujarnya singkat.
Author: Afina Salsabila F.













