Portalarjuna.net, Pasuruan – Candi Keboireng merupakan salah satu situs peninggalan sejarah yang berada di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Meski telah ditemukan sejak rentang tahun 1983 hingga 1985, keberadaan candi ini hingga sekarang masih belum banyak mendapat sorotan, baik dari masyarakat luas maupun pihak pemerintah. Akibatnya, kondisi situs cenderung terabaikan dan belum dikelola secara optimal sebagai destinasi wisata budaya, padahal nilai sejarah yang dimilikinya sangat tinggi. Selasa (13/01/2026)
Pada awalnya, Candi Keboireng tertutup oleh timbunan tanah dan tumbuhan bambu, sehingga tidak langsung dikenali sebagai bangunan bersejarah. Warga setempatlah yang pertama kali mengidentifikasi adanya struktur candi di lokasi tersebut. Penelitian lanjutan yang dilakukan oleh tim arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur kemudian mengungkap bahwa situs ini terdiri atas bangunan utama beserta beberapa bagian pendukung. Selain itu, ditemukan pula berbagai artefak seperti fragmen kepala Kala, relief bermotif flora dan fauna, serta pecahan tembikar yang mencerminkan kemegahan bangunan candi pada masa lalu.
Sayangnya, meskipun ratusan artefak dan struktur kuno telah berhasil ditemukan, upaya pelestarian dan pengembangan Candi Keboireng masih tergolong minim. Banyak batu candi dan peninggalan bersejarah yang dibiarkan berada di area terbuka tanpa perlindungan memadai, sehingga rawan mengalami kerusakan akibat faktor alam. Kurangnya papan informasi, fasilitas umum, serta promosi membuat situs ini jarang dikunjungi wisatawan dan hanya dikenal oleh masyarakat sekitar.
Masyarakat dan para tokoh lokal pun menaruh harapan besar agar pemerintah serta lembaga terkait dapat memberikan perhatian yang lebih serius terhadap Candi Keboireng. Mereka berharap situs bersejarah ini tidak hanya dijaga kelestariannya, tetapi juga dikembangkan sebagai objek wisata edukatif. Dengan pengelolaan yang tepat, Candi Keboireng diyakini mampu menjadi sumber pembelajaran sejarah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga di sekitarnya.
Author: Muhammad Rafli Septian Nashir










