Portalarjuna.net, Pasuruan – Harga bunga kenanga di Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, mengalami penurunan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut bukan disebabkan oleh penurunan kualitas bunga, melainkan akibat melimpahnya pasokan di pasar, terutama dari luar daerah.
Berdasarkan hasil observasi di lapangan, lapak-lapak penjualan bunga di pasar saat ini didominasi oleh pasokan dari daerah lain, seperti Blitar. Masuknya bunga kenanga dari luar wilayah tersebut membuat persaingan harga menjadi tidak seimbang dan berdampak langsung pada petani lokal yang kesulitan memasarkan hasil panen mereka.
Mas Hamid (28), petani bunga kenanga asal Desa Gajahrejo, mengungkapkan bahwa dirinya telah menekuni budidaya bunga kenanga sejak tahun 2019. Saat ini ia memiliki sekitar 500 pohon kenanga yang hasil panennya dijual melalui pengepul di sejumlah pasar, seperti Lawang, Singosari, dan Malang. Menurutnya, harga bunga kenanga kini anjlok drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Sekarang harganya turun jauh. Banyak petani yang menanam kenanga, bahkan ada yang beralih ke kebun kopi karena harga kenanga tidak stabil,” ujar Hamid saat ditemui.
Ia menambahkan bahwa masuknya pemasok dari Blitar sangat memengaruhi harga pasaran karena mereka menjual bunga dengan harga lebih murah. Akibatnya, para pengepul lebih memilih pasokan dari luar daerah dibandingkan bunga kenanga lokal.
Penurunan harga ini berdampak besar pada pendapatan petani. Mereka tetap harus menanggung biaya produksi, seperti upah tenaga pemetik bunga, pembelian pupuk, serta obat-obatan untuk mengatasi hama ulat. Hamid berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat membantu menstabilkan harga bunga kenanga agar petani tidak terus merugi.
Sebagai langkah alternatif, ia menilai petani perlu mulai memasarkan hasil panennya secara mandiri dengan membuka lapak sendiri dan membangun pelanggan tetap agar tidak sepenuhnya bergantung pada pengepul.
Author: Imroatul Amaniyah










