Pasuruan, Jawa Timur
Sabtu, 2 Mei 2026

Ilmanuddin dan Khidmah Tanpa Batas di Pondok Ngalah

Portalarjuna.net, Pasuruan – Pondok Pesantren Ngalah (PPN) dan Universitas Yudharta Pasuruan memiliki sosok alumni yang patut diteladani. Dia adalah Muhammad Ilmanuddin, atau yang akrab disapa Ilman, seorang santri yang telah menuntaskan studi sarjananya di Universitas Yudharta sejak tahun 2020.

Kisahnya adalah representasi nyata dari santri yang berkomitmen pada pengabdian meskipun status akademiknya telah selesai. Meskipun telah lulus dan menyandang gelar sarjana, Ilman tetap memilih untuk berkhidmat penuh pada Pondok Ngalah. Kesehariannya dihiasi dengan berbagai tugas mulia yang menunjukkan kemandirian, kesetiaan, dan dedikasinya yang tak lekang oleh waktu.

Pengabdian Penuh di Ndalem Kyai dan Dapur Santri Ilman dikenal sebagai abdi ndalem (pengabdi di kediaman Kyai), sebuah peran yang menuntut dedikasi dan tanggung jawab tinggi. Selain itu, ia juga aktif membantu di Dapur Santri, memastikan kebutuhan pangan para santri terpenuhi dengan baik. Kehadirannya yang sigap dan cekatan sering terlihat di Asrama A, tempat ia juga menjadi bagian dari dinamika harian santri. Pengabdiannya ini menunjukkan bahwa status alumni tidak menghilangkan peran khidmah.
Merangkap Pekerja Kreatif di Ngalah Grafika.

Tak berhenti di lingkungan pondok dan ndalem, Ilman juga menunjukkan keahliannya di dunia usaha. Ia merupakan salah satu pekerja di Percetakan dan Fotokopi Ngalah Grafika, unit usaha milik pondok. Di tempat ini, ia mengasah keterampilan profesionalnya, mulai dari proses percetakan hingga pelayanan fotokopi.

Perannya di Ngalah Grafika membuktikan bahwa santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap terjun dalam dunia kerja dan ekonomi kreatif, bahkan bertahun-tahun setelah kelulusan formalnya.

Kisah Muhammad Ilmanuddin, santri yang memilih melanjutkan khidmahnya setelah lulus dari Universitas Yudharta pada tahun 2020, menjadi inspirasi bagi santri lainnya. Ia adalah contoh paripurna bagaimana ilmu akademik dapat berjalan beriringan dengan khidmah (pengabdian) tanpa batas, membuktikan bahwa seorang santri mampu mengintegrasikan ibadah, belajar, dan bekerja dalam satu bingkai pengabdian yang utuh kepada pondok, kyai, dan masyarakat.

 

Author : Khulafaur Rosyidin

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial