Portalarjuna.net, Pasuruan — Ketergantungan penggunaan telepon genggam di lingkungan keluarga mulai memunculkan persoalan baru dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah kemudahan akses hiburan dan media sosial, komunikasi antaranggota keluarga justru kian berkurang, bahkan saat mereka berada dalam satu ruang yang sama.
Hal tersebut dirasakan oleh Yuni (42), seorang ibu rumah tangga, yang mengamati kebiasaan anak-anaknya ketika berkumpul di rumah. Menurutnya, saat berada di kamar tidur atau ruang keluarga, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan HP masing-masing dibanding berbincang bersama.
“Kalau anak-anak sudah kumpul di kamar atau ruang keluarga, hampir tidak ada obrolan. Semuanya fokus ke HP, ada yang nonton TikTok, Drakor, atau scroll Shopee,” ujar Yuni (13/01/2026).
Yuni menilai, kehadiran HP membuat anggota keluarga secara fisik terasa dekat, namun secara emosional justru semakin jauh. Interaksi yang seharusnya terjalin melalui percakapan langsung tergantikan oleh layar ponsel yang terus menyala.
Menariknya, Yuni mengungkapkan bahwa momen kebersamaan yang benar-benar terasa justru terjadi saat koneksi internet bermasalah atau listrik padam. “Kalau WiFi mati atau listrik padam, baru itu kami bisa ngobrol lama. Ada cerita, ada diskusi, suasananya terasa hangat,” katanya.
Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, Yuni menerapkan aturan penggunaan internet di rumah. Ia memutus akses WiFi pada pukul 21.00 WIB agar anak-anak tidak terlalu larut bermain HP dan bisa beristirahat lebih cepat. “Jam sembilan malam WiFi saya matikan. Anak-anak harus cepat tidur,” jelasnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kemajuan teknologi, khususnya penggunaan HP, membawa dampak ganda dalam kehidupan keluarga. Di satu sisi memudahkan akses informasi dan hiburan, namun di sisi lain berpotensi mengikis komunikasi dan keterikatan batin antaranggota keluarga.
Kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi keluarga untuk lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Mengatur waktu penggunaan HP dan menciptakan ruang komunikasi tanpa gangguan digital dinilai perlu agar hubungan keluarga tetap hangat dan harmonis di tengah arus digital yang terus berkembang.
Author : Maghfiratul Laili F. S










