Portalarjuna.net, Pasuruan – Kebersihan lingkungan menjadi salah satu perhatian penting di Pondok Pesantren Ngalah. Di tengah aktivitas para santri yang padat, pengelolaan sampah menjadi tantangan tersendiri. Saat ini, sistem pengelolaan sampah di lingkungan pesantren masih berada pada tahap pemilahan antara sampah yang bisa dijual dan tidak.
Sampah yang bernilai ekonomi seperti botol plastik, cup, kardus, dan kertas dikumpulkan secara terpisah untuk kemudian dijual kembali. Sementara itu, untuk sampah yang tidak bisa dijual, sebagian besar masih dibakar karena keterbatasan sumber daya manusia dalam mengelola sampah organik.
Tanggung jawab pengelolaan sampah di pesantren ini berada di tangan pengurus kebersihan dan tim Arsam, yang setiap harinya berupaya menjaga agar lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi para santri. Mereka juga sudah mulai melakukan langkah-langkah kecil dalam memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang.
Menariknya, dari hasil kreativitas dan eksperimen yang dilakukan, beberapa waktu lalu tim pengelola pernah mencoba mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) seperti solar, bensin, dan minyak tanah. Terobosan ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan tidak hanya berhenti pada kebersihan, tapi juga bisa diarahkan ke inovasi.
Respon masyarakat dan santri terhadap program pengelolaan sampah ini pun sangat positif. Banyak yang mendukung langkah-langkah tersebut karena sadar bahwa tanpa pengelolaan yang baik, sampah dapat menjadi masalah serius bagi kenyamanan dan kesehatan lingkungan pondok.
“Kalau tidak diurus, sampah bisa sangat mengganggu. Tapi selama kita peduli dan mau memilah, lingkungan bisa tetap bersih dan nyaman,” Ujar Salah Satu Arsam
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Pondok Pesantren Ngalah perlahan membangun budaya sadar lingkungan — dimulai dari hal sederhana, yaitu memilah dan mengelola sampah dengan bijak
Author: M. Nafi Ridho











