Portalarjuna.net, Pasuruan — Kabut pagi yang menggantung di antara pepohonan pinus menjadi tirai alami yang menyambut para wisatawan menuju Air Terjun Kakek Bodo. Dari kejauhan, suara gemuruh air mengalun lembut, seperti panggilan alam yang mengarahkan langkah para pengunjung ke salah satu destinasi paling legendaris di Prigen. Cahaya matahari yang menembus sela-sela daun memantulkan kilau halus pada jalur setapak yang basah, menghadirkan suasana yang sejuk dan menenangkan sejak langkah pertama.
Di tengah jalur yang menurun, Nadya Putri (22), wisatawan asal Sidoarjo, tampak berhenti sejenak untuk merekam pemandangan yang terbentang di hadapannya. Dengan napas sedikit terengah akibat turunan panjang, ia tersenyum sambil menatap tebing yang mulai terlihat di kejauhan. “Tempat ini seperti dunia lain—adem, tenang, dan cantik banget,” ujarnya sambil mengangkat ponselnya. Menurutnya, suasana alami yang masih terjaga menjadi alasan utama banyak wisatawan datang kembali.
Keindahan Air Terjun Kakek Bodo memang tidak pernah surut. Airnya jatuh dari ketinggian sekitar 40 meter, menciptakan tirai putih berkilauan yang memecah cahaya matahari menjadi semburat lembut. Percikan air yang terbawa angin memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. Batu-batu besar berlumut di sekeliling kolam alami membuat panorama semakin dramatis, seolah-olah pengunjung sedang berada di dalam lukisan alam yang hidup. Pada akhir pekan, lokasi ini menjadi salah satu spot favorit wisatawan yang ingin menikmati udara segar dan pemandangan tanpa harus melakukan pendakian berat.
Tak jauh dari air terjun, aroma gorengan hangat tercium dari sebuah warung sederhana yang berdiri di atas tanah berundak. Di sana, Pak Darso (54), penjual makanan yang telah berjualan lebih dari sepuluh tahun, menyambut para pelancong dengan senyum khasnya. Dengan tangan cekatan, ia menata bakwan dan tempe goreng di atas nampan, sementara sebuah termos besar berisi wedang jahe terus mengeluarkan uap panas.
“Keindahan di sini yang bikin orang datang terus,” ujarnya sambil menuang minuman hangat ke gelas plastik. Baginya, keberadaan wisata Kakek Bodo adalah berkah bagi warga sekitar. “Kalau wisata ramai, kami pedagang juga ikut hidup. Yang penting tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan pengunjung.”
Di balik pesona alamnya, Kakek Bodo menyimpan kisah legenda yang melekat di hati masyarakat. Nama “Kakek Bodo” berasal dari cerita tentang seorang pria tua yang memilih meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi pertapa di kawasan hutan Prigen. Ia digambarkan sebagai sosok yang mencari ketenangan batin, hingga akhirnya mencapai moksa. Cerita turun-temurun itu masih diceritakan warga setempat dan membuat destinasi ini memiliki dimensi spiritual tersendiri. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk melihat air terjun, tapi juga untuk merasakan keteduhan dan ketenteraman dari cerita yang diwariskan.
Jalur menuju air terjun pun menawarkan pengalaman tersendiri. Pepohonan pinus yang menjulang tinggi menciptakan lorong alami, sementara kicau burung sesekali terdengar dari dahan-dahan yang tertutup rimbun. Udara sejuk khas pegunungan membuat wisatawan betah berhenti di beberapa titik untuk berfoto atau sekadar menikmati angin yang menyapu lembut wajah mereka. Bagi sebagian pengunjung, perjalanan ini menjadi kesempatan untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Selain keindahan alam dan legenda, kehangatan warga lokal memberi warna tersendiri dalam pengalaman wisata. Para pedagang seperti Pak Darso kerap menjadi tempat bertanya bagi pengunjung yang baru pertama datang. Tak sedikit wisatawan yang menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk berbincang atau mendengarkan cerita lokal. Hubungan sederhana antara warga dan wisatawan inilah yang membuat destinasi ini memiliki daya tarik emosional yang kuat.
Menjelang siang, gemuruh air terdengar semakin keras seiring bertambahnya jumlah pengunjung. Nadya menjadi salah satu yang memilih duduk di sebuah batu besar, menikmati percikan air sambil melihat pelancong lain menikmati panorama. Sebelum pulang, ia berdiri sejenak menatap kembali air terjun yang dikelilingi kabut tipis. “Capek jalan turun-naik, tapi terbayar semua. Tempat ini harus dijaga supaya tetap seindah ini,” katanya singkat.
Air Terjun Kakek Bodo menghadirkan pengalaman yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh hati. Di sini, alam, legenda, dan manusia berpadu membentuk harmoni yang sulit ditemukan di tempat lain. Sebuah surga tersembunyi yang terus mengajak siapa pun untuk kembali, lagi dan lagi.
Author : M Slamet Basofi











