Portalarjuna.net, Pasuruan – Masalah sampah masih menjadi perhatian warga di kawasan permukiman. Sampah rumah tangga dilaporkan sering tidak terangkut selama dua hingga tiga hari sehingga menumpuk di depan rumah warga dan menimbulkan bau yang tidak sedap.
Hasil wawancara dengan warga daerah Gondang, Gempol menunjukkan bahwa pengambilan sampah dilakukan oleh pemuda lingkungan secara bergiliran. Namun, sistem bergantian tersebut dinilai kurang efektif karena tidak memiliki jadwal yang pasti, sehingga pengangkutan sampah sering mengalami keterlambatan.
Beberapa warga menyampaikan bahwa hanya terdapat dua orang yang bertugas mengangkut sampah di lingkungan tersebut. Jumlah tersebut dianggap belum memadai untuk menangani volume sampah rumah tangga yang cukup banyak setiap harinya. Kondisi ini menyebabkan sampah tidak dapat diambil tepat waktu.
Penumpukan sampah di area depan rumah warga tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan. Bau tidak enak yang muncul dari sampah menjadi keluhan utama warga, terutama ketika sampah dibiarkan dalam waktu cukup lama.
Selain itu, warga juga menilai belum adanya sistem pengelolaan sampah yang jelas di lingkungan mereka. Ketiadaan jadwal tetap dan pembagian tugas yang teratur membuat persoalan sampah terus berulang dari waktu ke waktu.
Warga berharap pengelolaan sampah dapat diperbaiki, baik dengan menambah jumlah petugas pengangkut maupun dengan menetapkan jadwal pengambilan sampah yang lebih teratur. Dengan langkah tersebut, masyarakat berharap lingkungan tempat tinggal mereka dapat menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Author : Galby M. Salji










