Portalarjuna.net, pasuruan – Di tengah padatnya jadwal kuliah dan kegiatan pesantren, Intan Nur Ainy, santri asal Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan, membuktikan bahwa kesibukan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Mahasiswi Universitas Yudharta Pasuruan ini aktif mengikuti berbagai ajang duta hingga tingkat nasional.
Intan dikenal sebagai sosok yang tekun dan bersemangat. Selain menjalani aktivitas perkuliahan, ia juga tetap disiplin mengikuti kegiatan pesantren setiap harinya. Di sela-sela kesibukan itu, Intan terus mengembangkan potensi dirinya lewat berbagai lomba dan kompetisi.
Dalam wawancara kami pada (9/10/2025) , Intan mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengikuti sejumlah ajang bergengsi, di antaranya Miss Hijab Jawa Timur 2025, Duta Bahasa Jawa Timur 2025, dan Duta Santri Nasional 2025.
“Bagi saya, menjadi santri bukan berarti terbatas. Justru dari pesantren saya belajar disiplin, percaya diri, dan berani tampil di depan umum, Keluarlah dari zona nyaman dan jangan takut untuk mencoba, apabila gagal maka itu adalah kunci untuk awal dari keberhasilan, menjadi santri di pesantren bukan penghalang untuk tetap berkembang dan berproses.” ungkap Intan dengan senyum hangat.
Menurutnya, keikutsertaannya dalam berbagai ajang duta bukan sekadar mengejar gelar, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi untuk menunjukkan bahwa santri juga bisa berperan aktif di masyarakat modern.
“Saya ingin membuktikan bahwa santri bisa berprestasi di berbagai bidang, tidak hanya di bidang agama, tetapi juga akademik dan sosial, dari Pengalaman menjadi winner duta multikultural 2024 mendorong saya untuk semangat dalam membuat perubahan nyata dengan mengikuti ajang duta Pustaka Jawa Timur 2025, dengan berbekal hobi suka membaca dan memiliki program kerja nyata yang sudah saya jalankan yang bergerak di bidang literasi memupuk semangat saya, yang akhirnya saya putuskan untuk ikut ajang ini.
Melalui beberapa tahapan, tes dan wawancara hingga karantina menuju grand final banyak sekali pengalaman yang di dapat hingga membawa saya pada wakil 2 duta Pustaka Jawa Timur 2025, menurut saya ini bukan hanya sekadar gelar semata namun tanggung jawab baru untuk dapat bermanfaat bagi masyarakat karena urip iku urup” tambahnya.
Bagi Intan, dunia pesantren telah memberinya dasar kuat dalam hal karakter dan etika. Nilai-nilai yang ia pelajari di pesantren menjadi bekal penting saat ia bersaing di dunia luar, termasuk dalam berbagai ajang duta.
Kisah Intan Nur Ainy menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda, khususnya para santri untuk terus mengembangkan diri tanpa takut menghadapi tantangan. Dengan semangatnya, Intan menunjukkan bahwa santri masa kini bukan hanya penuntut ilmu agama, tetapi juga agen perubahan yang membawa nilai positif bagi masyarakat.
Author : Rizky Nur Ilmal Mufidah










