Pasuruan, Jawa Timur
Jumat, 1 Mei 2026

Sorogan Menjadi Tradisi Klasik Pondok Pesantren Ngalah yang Tetap Relevan di Era Modern

Portalarjuna.net, Pasuruan – Metode pembelajaran sorogan yang telah lama menjadi ciri khas pendidikan pesantren masih terus dipertahankan di Pondok Pesantren Ngalah, Pasuruan. Di tengah perkembangan teknologi dan sistem pembelajaran modern, sorogan justru menunjukkan relevansinya sebagai sarana efektif dalam membentuk kualitas keilmuan dan karakter santri.

Melalui metode sorogan, santri secara langsung menghadap guru atau kiai untuk membaca dan memahami kitab. Setiap bacaan disimak secara detail, dikoreksi, serta dijelaskan maknanya secara mendalam. Pola pembelajaran ini memungkinkan santri mendapatkan bimbingan personal, sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menuntut ilmu.

Ust. Alfin menegaskan bahwa “sorogan bukan sekadar metode membaca kitab, melainkan proses pembentukan adab santri terhadap ilmu dan guru” ujar beliau.

Interaksi langsung antara santri dan kiai diyakini mampu menanamkan nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta sikap tawadhu’ yang menjadi fondasi utama pendidikan pesantren.

Para santri pun merasakan manfaat besar dari sistem sorogan. Mereka mengaku lebih memahami isi kitab, baik dari segi bahasa maupun konteks pembahasannya. Selain itu, sorogan mendorong santri untuk aktif belajar mandiri sebelum menghadap guru, sehingga menumbuhkan semangat belajar yang kuat.

Di Pondok Pesantren Ngalah, sorogan menjadi bukti bahwa tradisi klasik pesantren tidak tertinggal oleh zaman. Justru, metode ini menjadi kekuatan utama dalam mencetak santri yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.

Dengan terus menghidupkan sorogan, Pondok Pesantren Ngalah menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan keilmuan Islam sekaligus menyiapkan generasi santri yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat.

Author: Nafi Ridho

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Pocket
WhatsApp

Tulisan Terakhir

Advertorial