Portalarjuna.net, Cowek – Tumpukan sampah rumah tangga masih mudah ditemui di sepanjang aliran sungai Desa Cowek, Kabupaten Pasuruan. Plastik, limbah dapur, dan sisa rumah tangga terlihat memenuhi bantaran sungai yang dulunya dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari.
Sekretaris Desa Cowek, Bambang Irawan, mengatakan bahwa pemerintah desa sebenarnya telah memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Dusun Sumbersari yang dibangun melalui program KKN sekitar dua tahun lalu. Namun, TPS tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal oleh Masyarakat (14 Januari 2025). “Kami prihatin. Buang sampah ke sungai itu jelas salah, tapi ketika warga ditegur, mereka bertanya balik soal solusinya,” ujar Bambang.
Menurutnya, letak Desa Cowek yang berada di dataran tinggi membuat dampak pencemaran sungai tidak terlalu dirasakan langsung oleh warga. Dampak justru lebih dirasakan wilayah hilir seperti Kraton dan Kota Pasuruan.
Pemerintah desa juga sempat menjalankan program pengambilan sampah dari rumah ke rumah, bahkan sudah ada peraturan desa terkait sampah. Namun, program tersebut terhenti karena kendala manajemen dan pembiayaan. “Jalan ke TPS becek kalau hujan, petugas juga perlu digaji. Kalau manajemennya belum siap, program tidak bisa berjalan lama,” jelasnya.
Sementara itu, warga Dusun Krajan, Bu Khosidah, mengaku masih rutin membuang sampah ke sungai karena tidak adanya tempat penampungan di lingkungannya. “Kalau ada tempat sampah, pasti dipakai. Mau bayar juga tidak masalah. Tapi di sini memang tidak ada,” katanya.
Ia menambahkan, kondisi sungai kini sudah jauh berbeda dibandingkan sebelumnya. Air yang dulu jernih kini keruh dan sering menimbulkan banjir kecil saat musim hujan. Membakar sampah pun dinilai bukan solusi karena limbah rumah tangga yang basah menimbulkan bau tidak sedap.
Dampak sampah juga dirasakan oleh Amin, warga yang sering memancing di sungai tersebut. Ia mengatakan jumlah ikan kini semakin berkurang. “Sekarang seringnya malah dapat sampah. Ikan juga makin kecil,” ujarnya.
Amin menilai pengelolaan sampah sebenarnya bisa menjadi peluang ekonomi jika dikelola dengan baik, seperti untuk pakan maggot atau daur ulang. Namun, hal itu membutuhkan kebijakan dan pengelolaan yang jelas dari pemerintah desa.
Pemerintah Desa Cowek mengakui bahwa penyelesaian persoalan sampah membutuhkan pembenahan sistem pengelolaan, mulai dari pembentukan tim khusus hingga edukasi masyarakat. Selama sistem tersebut belum berjalan, sungai masih menjadi pilihan warga untuk membuang sampah.
Author : Wahyu Ilhami













