Portalarjuna.net, Pasuruan – Dua orang warga di desa Ganti Sukolilo Prigen memanfaatkan cuaca cerah untuk menjemur jagung hasil panen mereka sebagai bagian dari proses pascapanen, Selasa (13/01/26). Aktivitas ini terlihat di halaman rumah saudaranya yang dipenuhi terpal berisi biji jagung yang dijemur langsung di bawah sinar matahari.
Penjemuran dilakukan secara tradisional dengan cara meratakan jagung agar kering secara merata. Dua orang warga tampak menggunakan alat sederhana untuk memastikan jagung tidak menumpuk. Proses ini membutuhkan ketelatenan karena kadar air pada jagung harus benar-benar berkurang agar tidak mudah rusak saat disimpan.
Salah satu warga, Ibu Sapik (48), mengatakan penjemuran merupakan tahapan penting sebelum jagung dipasarkan.
“Jagung harus kering sempurna. Kalau masih basah atau lembap, bisa cepat berjamur dan harganya jatuh. Makanya kalau cuaca cerah seperti ini, kami manfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Menurut Ibu Sapik, penjemuran biasanya dilakukan sejak pagi hingga sore hari. beliau harus terus memantau kondisi jagung, terutama jika cuaca tiba-tiba berubah. Apabila hujan turun, jagung harus segera diangkat dan dipindahkan ke tempat yang aman agar tidak kembali basah.
Selain untuk menjaga kualitas, penjemuran juga berpengaruh pada nilai jual hasil panen. Jagung yang kering dengan baik memiliki bobot stabil dan lebih diminati oleh pengepul. “Kalau jagungnya bagus dan kering, pengepul berani ambil dengan harga lebih tinggi. Itu sangat membantu kebutuhan keluarga kami,” tambahnya.
Metode pengeringan alami dengan memanfaatkan sinar matahari masih menjadi pilihan utama warga karena tidak memerlukan biaya tambahan. Meski demikian, cara ini sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat musim hujan, proses penjemuran bisa memakan waktu lebih lama dan berisiko menurunkan kualitas jagung.
Kegiatan penjemuran jagung ini mencerminkan upaya masyarakat desa dalam mengelola hasil pertanian secara mandiri. Dengan cara sederhana dan tradisional, warga berusaha menjaga mutu hasil panen agar tetap bernilai ekonomi. Aktivitas ini juga menjadi bagian dari keseharian masyarakat desa yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Author : Khoirotun Nisa’










