Portalarjuna.net, Pasuruan – Warga membuang sampah rumah tangga ke aliran curah di Dusun Curahbuntung, Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur. Akibatnya, curah yang berfungsi sebagai saluran air alami dan penunjang pertanian kini tercemar dan dipenuhi tumpukan sampah.
Pantauan di lapangan menunjukkan sampah menumpuk di beberapa titik sepanjang aliran curah yang berada dekat permukiman warga. Sampah plastik, kemasan makanan, dan botol bekas mendominasi badan curah hingga menghambat aliran air dan menimbulkan bau tidak sedap.
Warga sekitar juga membuang sisa makanan ternak, limbah pakan sapi, serta bangkai hewan seperti ayam dan kucing ke aliran curah. Selain mencemari air, kebiasaan ini mempercepat kerusakan lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. “Biasanya yang buang sampah itu subuh atau pagi sekali, soalnya masih sepi. Kalau siang jarang kelihatan,” ujar warga yang tinggal di sekitar aliran curah Selasa, (13/01/2026).
Pengamatan menunjukkan warga kerap membuang sampah pada waktu subuh atau dini hari. Mereka memanfaatkan kondisi lingkungan yang masih sepi agar aktivitas tersebut tidak terlihat oleh warga lain. Kebiasaan ini terus berulang dan memperparah kondisi curah.
Pembuangan sampah sembarangan di aliran curah Dusun Curahbuntung berdampak langsung pada lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kesadaran warga dan pengelolaan sampah yang lebih baik diperlukan agar fungsi curah sebagai saluran air alami dapat kembali terjaga.
Author: Eva Adelia Fransisca











