portalarjuna.net, Surabaya – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Timur secara resmi memberangkatkan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata ASPIKOM Jatim Impact Collaboratory 2026 melalui kegiatan pemberangkatan yang dilaksanakan secara daring, Rabu (15/7/2026). Program ini menjadi langkah awal kolaborasi enam perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis komunikasi di kawasan penyangga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Mengusung semangat “Connecting Campus, Community, Culture and Industry”, KKN ini direncanakan akan berlangsung pada 17 Juli–17 Agustus 2026 di Desa Podokoyo dan Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Selama satu bulan, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program yang berfokus pada penguatan komunikasi pariwisata baik dalam bentuk branding desa wisata, promosi digital, pelestarian budaya Tengger, edukasi sadar wisata, serta pengembangan media komunikasi desa.
Enam perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam program ini meliputi Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Islam Balitar Blitar, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Universitas Darussalam Gontor, STIKOSA-AWS Surabaya, dan Universitas Trunojoyo Madura.
Ketua ASPIKOM Korwil Jawa Timur, Awang Dharmawan, S.IKom., M.A., mengatakan bahwa KKN kolaboratif merupakan ruang belajar bersama yang mempertemukan mahasiswa dengan masyarakat untuk saling bertukar pengalaman, membangun kolaborasi, dan menghadirkan solusi bagi desa wisata. Menurutnya, sekecil apa pun program yang dijalankan akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkaya pengalaman mahasiswa dan memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma. “KKN ini adalah ruang belajar bersama. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, akan selalu menghadirkan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, maupun masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Dr. Nurudin, S.Sos., M.Si., selaku Ketua Departemen Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Publikasi Ilmiah ASPIKOM Korwil Jawa Timur. Ia menilai kolaborasi lintas perguruan tinggi menjadi kekuatan penting dalam menghasilkan program pengabdian yang lebih inovatif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. “Kolaborasi adalah kunci agar pengabdian masyarakat menghasilkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Zainul Ahwan, S.Sos., M.I.Kom., selaku Ketua Panitia KKN Kolaboratif ASPIKOM Jatim Impact Collaboratory 2026 sekaligus Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat ASPIKOM Korwil Jawa Timur, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dosen pembimbing lapangan, dan perguruan tinggi peserta. Menurutnya, program ini dirancang tidak hanya menghasilkan kegiatan pengabdian, tetapi juga memperkuat kemitraan dan luaran akademik yang berkelanjutan. “Kami ingin KKN ini menjadi model pengabdian kolaboratif yang memberi dampak nyata sekaligus memperkuat sinergi antara kampus dan masyarakat,” katanya.
Selain menjalankan program pemberdayaan masyarakat, peserta KKN juga ditargetkan menghasilkan berbagai luaran akademik berupa laporan akhir KKN, artikel pengabdian masyarakat, publikasi media massa, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta video dokumentasi kegiatan yang dipublikasikan melalui media sosial ASPIKOM Jawa Timur.








